Literatur review ini bertujuan untuk menganalisis peran motivasi kerja dalam memediasi pengaruh kompetensi, pendidikan, work from home (WFH), dan work-life balance (WLB) terhadap kinerja pegawai di sektor publik. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui database Google Scholar dan Sciencedirect dengan rentang tahun publikasi 2015 hingga 2026, mencakup 12 artikel utama yang dianalisis menggunakan pendekatan Grounded Theory Strauss & Corbin. Temuan analitik menunjukkan bahwa kompetensi (terutama kecerdasan emosional), latar belakang pendidikan, kebijakan WFH, dan WLB bertindak sebagai kondisi kausal yang memicu efektivitas kerja (Maula et al., 2026; Naufariza et al., 2026). Kinerja pegawai diidentifikasi sebagai core category yang paling sentral karena menjadi titik temu seluruh variabel dalam konteks birokrasi Indonesia pasca-pandemi (Syamhudi, 2024; Santosa et al., 2025). Analisis ini juga merangkai storyline di mana motivasi kerja berfungsi sebagai strategi penggerak psikologis utama, meskipun hubungannya dapat diperlemah oleh kondisi intervening seperti stres teknologi (technostress) dan kelelahan emosional (Buzeti et al., 2026). Kesenjangan penelitian (research gap) yang ditemukan menyoroti adanya inkonsistensi pengaruh pendidikan akibat fenomena mismatch atau ketidaksesuaian penempatan kerja, serta terbatasnya studi pada instansi pemerintah yang memiliki karakteristik tugas teknis lapangan yang spesifik. Kata Kunci: motivasi kerja; kompetensi; pendidikan; work from home; work-life balance; kinerja pegawai
Copyrights © 2026