Asap rokok dan nikotin berinteraksi dengan obat-obatan dengan mempengaruhi penyerapan, distribusi, metabolisme, dan eliminasi obat sehingga menyebabkan perubahan pada respon obat itu sendiri, sehingga perokok biasanya memerlukan dosis obat yang lebih tinggi. Pencarian artikel dilakukan melalui fitur pencarian lanjutan berbasis ScienceDirect, PubMed, Google Scholar. Yang akhirnya 6 artikel digunakan dalam penelitian ini. Kami menemukan bahwa obat-obatan dapat berinteraksi satu sama lain saat mengkonsumsi beberapa obat sekaligus, tetapi interaksi ini tidak selalu dipengaruhi oleh obat itu sendiri. Terkadang interaksi dapat disebabkan oleh reaksi obat dengan makanan, minuman, dan tembakau. Perokok harus mengkonsumsi dosis obat yang lebih tinggi untuk pengobatan dalam jangka Panjang, yang menyebabkan lebih banyak efek samping. Dalam jangka panjang, tubuh seseorang bisa menjadi resistensi obat dan harus ditingkatkan dosisnya. Penggunaan obat yang berlebihan menyebabkan seseorang mengalami lebih banyak gejala emosional dan fisik. Rokok juga dapat memiliki efek farmakokinetik pada beberapa obat (clozapine, olanzapine dan kokain).
Copyrights © 2026