Merokok adalah salah satu faktor risiko kesehatan global yang berdampak pada fungsi organ tubuh dan juga mempengaruhi metabolisme obat serta zat gizi melalui mekanisme farmakokinetik dan farmakodinamik. Kandungan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) dalam asap rokok dapat menginduksi enzim sitokrom P450, terutama CYP1A2, sehingga mempercepat metabolisme beberapa obat seperti theophylline, propranolol, dan warfarin. Di samping itu, kebiasaan merokok juga dapat mempengaruhi penyerapan insulin melalui perubahan aliran darah di jaringan subkutan serta meningkatkan kebutuhan dosis terapi pada beberapa pasien. Interaksi antara rokok dan paracetamol tidak menunjukkan efek klinis yang signifikan, tetapi penggunaan jangka panjang tetap berpotensi meningkatkan risiko hepatotoksisitas. Di sisi lain, merokok berhubungan dengan perubahan metabolisme zat gizi makro, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, yang dapat menyebabkan resistensi insulin, gangguan metabolisme lipid, serta peningkatan stres oksidatif yang berkontribusi terhadap risiko penyakit metabolik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kebiasaan merokok terhadap interaksi obat, termasuk paracetamol, theophylline, warfarin, insulin, dan propranolol, serta dampaknya terhadap metabolisme zat gizi makro berdasarkan berbagai studi ilmiah terbaru. Hasil kajian menunjukkan bahwa merokok dapat mempengaruhi efektivitas terapi farmakologis dan kondisi metabolisme zat gizi, sehingga perlu menjadi perhatian dalam perencanaan terapi klinis dan intervensi gizi.
Copyrights © 2026