Stres merupakan salah satu masalah yang sering dialami mahasiswa kedokteran akibat tingginya tuntutan akademik dan berbagai bentuk evaluasi pembelajaran, termasuk ujian Student Objective Oral Case Analysis (SOOCA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres, gambaran nilai ujian SOOCA blok uronefrologi, serta hubungan antara tingkat stres dan nilai ujian SOOCA pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2022. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Tingkat stres diukur menggunakan instrumen Depression Anxiety Stress Scale-42 (DASS-42), sedangkan data nilai ujian SOOCA diperoleh dari dokumentasi akademik. Sebanyak 197 mahasiswa memenuhi kriteria penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori stres normal (41,6%), diikuti stres sedang (25,9%), stres ringan (19,8%), stres berat (11,2%), dan stres sangat berat (1,5%). Nilai ujian SOOCA didominasi kategori baik (30,5%) dan sangat baik (28,4%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan nilai ujian SOOCA blok uronefrologi (p = 0,440). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat stres tidak berhubungan secara signifikan dengan nilai ujian SOOCA blok uronefrologi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2022. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor lain di luar stres, seperti kesiapan belajar, strategi belajar, manajemen waktu, dan kemampuan akademik, kemungkinan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap performa ujian mahasiswa. Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan strategi pembelajaran dan pendampingan akademik di pendidikan kedokteran.
Copyrights © 2026