Indah Lestari Daeng Kanang
Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Prevalensi Kejadian Katarak dengan Diabetes Mellitus di RS Ibnu Sina Makassar Tahun 2020-2022 A.Yulia Puspitasari.S; Marliyanti Nur Rahmah Akib; Ratih Natasha Maharani; Indah Lestari Daeng Kanang; Sri Irmandha Kusumawardhani
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i2.398

Abstract

Katarak menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan di dunia, dimana diabetes mellitus menjadi salah satu faktor penyebabnya. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa pembentukan katarak pada penderita diabetes mellitus lebih sering terjadi dan pada usia lebih muda. Pasien dengan diabetes mellitus cenderung 5 kali meningkatkan risiko pembentukan katarak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi kejadian katarak dengan diabetes mellitus di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2020-2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian yaitu pasien katarak yang tercatat pada rekam medis RS Ibnu Sina Makassar tahun 2020-2022 sebanyak 42 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 10,96% kejadian katarak dengan diabetes mellitus, kejadian terbanyak pada rentang usia 56-65 tahun 5 orang (17,9%) dan pada jenis kelamin perempuan 5 orang (22,7%). Sedangkan, pada pasien katarak tanpa diabetes mellitus paling banyak terjadi pada rentang usia 56-65 tahun 23 orang (82,1%) dan distribusi jenis kelamin laki-laki maupun perempuan sama (17 orang). Kesimpulan dari penelitian ini adalah prevalensi kejadian katarak dengan diabetes mellitus di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2020-2022 sebesar 10,96%. Katarak dapat terjadi pada pasien dengan riwayat diabetes mellitus maupun tanpa diabetes mellitus. Namun, penelitian ini tidak dapat menyimpulkan apakah terdapat hubungan antara kedua variabel, oleh sebab itu penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji hubungan antara keduanya.
Hubungan Tingkat Stres Menghadapi Ujian SOOCA (Student Objective Oral Case Analysis) Dengan Nilai Ujian SOOCA Blok Uronefrologi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2022 Andi Marwah Inayah Jusma; Indah Lestari Daeng Kanang; Dwi Pratiwi; Suliati P. Amir; Windy Nurul Aisyah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.23773

Abstract

Stres merupakan salah satu masalah yang sering dialami mahasiswa kedokteran akibat tingginya tuntutan akademik dan berbagai bentuk evaluasi pembelajaran, termasuk ujian Student Objective Oral Case Analysis (SOOCA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres, gambaran nilai ujian SOOCA blok uronefrologi, serta hubungan antara tingkat stres dan nilai ujian SOOCA pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2022. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Tingkat stres diukur menggunakan instrumen Depression Anxiety Stress Scale-42 (DASS-42), sedangkan data nilai ujian SOOCA diperoleh dari dokumentasi akademik. Sebanyak 197 mahasiswa memenuhi kriteria penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori stres normal (41,6%), diikuti stres sedang (25,9%), stres ringan (19,8%), stres berat (11,2%), dan stres sangat berat (1,5%). Nilai ujian SOOCA didominasi kategori baik (30,5%) dan sangat baik (28,4%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan nilai ujian SOOCA blok uronefrologi (p = 0,440). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat stres tidak berhubungan secara signifikan dengan nilai ujian SOOCA blok uronefrologi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2022. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor lain di luar stres, seperti kesiapan belajar, strategi belajar, manajemen waktu, dan kemampuan akademik, kemungkinan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap performa ujian mahasiswa. Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan strategi pembelajaran dan pendampingan akademik di pendidikan kedokteran.
Ulkus Kaki Diabetik Sebuah Laporan Kasus Muhammad Syahrir; Indah Lestari Daeng Kanang; Fadil Mula Putra
NERSMID : Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Merdeka Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/nersmid.v9i1.289

Abstract

Diabetes mellitus is derived from the Greek word diabetes, meaning to suck through, and the Latin word mellitus, meaning sweet. This case report aims to describe the problems that occurred during the study. The research method used is a descriptive case study report based on medical record data and direct interviews. The results of this case show complications of diabetes mellitus because the patient has a chronic disease course, namely diabetic neuropathy, so the patient is unaware of the wounds on his feet that resulted in diabetic foot ulcers. In this case, the patient's Type 2 DM disease, which he has suffered from for the past 10 years, is not controlled. The patient underwent debridement and routine wound care to prevent further infection, the patient was also given medication according to the results of the patient's supporting examinations. The conclusion is that the most important components in the management of diabetic foot ulcers are metabolic control, vascular control, infection control, pressure control, counseling/education.