Pembelajaran matematika bagi siswa tunarungu memerlukan pendekatan yang adaptif karena keterbatasan pendengaran memengaruhi proses komunikasi dan pemahaman konsep matematika. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat pembelajaran matematika melalui pendampingan guru di SDLB BCD YPAC Jember untuk mendukung layanan pendidikan inklusif dan pemenuhan hak belajar anak berkebutuhan khusus. Metode kegiatan meliputi observasi kebutuhan, pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran, implementasi pembelajaran berbasis visual dan multisensori, serta evaluasi hasil kegiatan. Pendekatan yang digunakan memanfaatkan media visual, benda konkret, bahasa isyarat, dan pembelajaran kontekstual yang sesuai dengan karakteristik siswa tunarungu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran yang lebih adaptif dan komunikatif. Siswa juga menunjukkan keterlibatan belajar yang lebih baik, mampu menghitung bilangan 1–10 dengan tingkat ketepatan yang baik, serta mampu mencocokkan jumlah benda dengan simbol angka secara tepat. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan inklusif di sekolah.
Copyrights © 2026