Claim Missing Document
Check
Articles

PRINSIP BENTUK GEOMETRI UNTUK KEMUDAHAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PENYANDANG DISABILITAS panglipur, indah rahayu; Putra, Eric Dwi
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.555 KB) | DOI: 10.31100/histogram.v3i2.429

Abstract

Pendidikan para penyandang cacat juga harus mendapatkan perhatian yang sama dengan yang lainnya. Demikian juga dari segi kemudahan dan kenyamanan dalam mendapatkan pendidikan. Baik terkait dengan kemudahan dalam hal kenyamanan dalam belajar di sekolah. Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan perhatian besar kepada para  penyandang cacat. Ada begitu banyak program yang berkaitan dengan peningkatan layanan publik untuk penyandang disabilitas. Terkait dengan bagaimana mengembangkan pembelajaran yang baik dan dukungan untuk penerapan kualitas belajar. Di beberapa sekolah inklusi di Jember, mereka sudah memiliki beberapa media yang mendukung proses pembelajaran. Terutama untuk mata pelajaran matematika yang mata pelajarannya masih cukup sulit. Lalu itu diperlukan untuk menyediakan media yang memfasilitasi proses pembelajaran dan memfasilitasi pemahaman. Itu Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan prinsip geometri yang dapat dengan mudah dan aman digunakan untuk pembelajaran matematika para penyandang cacat. Dalam penelitian ini subjek yang diamati dibatasi untuk orang dengan gangguan penglihatan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dari hasil pengamatan dan wawancara yang telah dilakukan diperoleh, dapat disimpulkan bahwa prinsip-prinsip geometri yang dapat dengan mudah dan aman digunakan belajar bagi para penyandang cacat adalah sudut tumpul, permukaan kasar, dan dibuat lebih menonjol.  
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN TGT BERBANTUAN KARTU MATEMATIKA ASYIK DAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG panglipur, indah rahayu; Amalia, Ria
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.036 KB) | DOI: 10.31100/histogram.v3i2.428

Abstract

Penilitian ini membandingkan antara model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) yang dibantu oleh Kartu Matematika Asyik dan Model Pembelajaran Langsung dalam hal hasil pembelajaran mereka. Desain penelitian eksperimen semu dipilih dalam penelitian ini. Populasi adalah siswa kelas X SMK Negeri 3 Jember pada tahun akademik 20018-2019. Sedangkan sampel dalam penelitian ini diambil secara acak kelompok atau cluster random sampling. Dalam penelitian ini, data diperoleh dengan cara tes untuk mengetahui hasil belajar kemudian data pengujian hipotesis dianalisis dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) yang dibantu oleh Kartu Matematika Asyik dan Model Pembelajaran Langsung. Hasil belajar siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) yang dibantu oleh Fun Mathematics Card lebih baik dari pada siswa yang mendapatkan Model Pembelajaran Langsung.
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN TGT BERBANTUAN KARTU MATEMATIKA ASYIK DAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG Panglipur, Indah Rahayu; Amalia, Ria
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v3i2.428

Abstract

Penilitian ini membandingkan antara model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) yang dibantu oleh Kartu Matematika Asyik dan Model Pembelajaran Langsung dalam hal hasil pembelajaran mereka. Desain penelitian eksperimen semu dipilih dalam penelitian ini. Populasi adalah siswa kelas X SMK Negeri 3 Jember pada tahun akademik 20018-2019. Sedangkan sampel dalam penelitian ini diambil secara acak kelompok atau cluster random sampling. Dalam penelitian ini, data diperoleh dengan cara tes untuk mengetahui hasil belajar kemudian data pengujian hipotesis dianalisis dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) yang dibantu oleh Kartu Matematika Asyik dan Model Pembelajaran Langsung. Hasil belajar siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) yang dibantu oleh Fun Mathematics Card lebih baik dari pada siswa yang mendapatkan Model Pembelajaran Langsung.
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP DASAR GEOMETRI DENGAN PEMBELAJARAN METODE PENEMUAN TERBIMBING PADA MATA KULIAH GEOMETRI Indah Rahayu Panglipur; Eric Dwi Putra
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.496 KB)

Abstract

Kegiatan pembelajaran tentunya juga harus mempunyai inovatif dan kreatifitas dalam melakukan pengajaran. Salah satunya adalah dengan memilih model atau strategi pembelajaran yang mendukung dan mengarah ketercapaian capaian pembelajaran mata kuliah. Metode penemuan terbimbing (Guided Discovery Learning) memiliki kelebihan dalam hal melibatkan mahasiswa aktif pada proses pembelajaran yang mampu memicu kemampuan berpikir siswa setiap saat dalam KBM, sehingga metode ini lebih sesuai untuk melatih keterampilan berpikir kritis dalam pemahaman konsep. Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitif pedekatan diskriptif. Tujuan yaitu mengetahui pemahaman mahasiswa tentang materi dasar geometri. Adapun subyek penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika semester tiga tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 6 orang. Langkah-langkah penelitian ini adalah observasi awal, identifikasi masalah dan menentukan rumusan masalalah, penyusunan instrument penelitian, melakukan validasi, penelitian pada subyek yang telah ditentukan, uji keabsahan data, pengumpulan data hasil penelitian, pemisahan data primer dan skunder, analisis data, pembahasan, dan kesimpulan. Kesimpulkan bahwa analisis pemahaman konsep dasar dengan metode terbimbing dapat diterima dengan baik oleh mahasiswa dilihat dari hasil yang diperoleh mahasiswa dapat memahami dalam penyelesaian masalah. Selain itu hasil wawancara juga menggambarkan hasil yang sama dari ketiga subyek yang diambil. Semua hasil dari 3 kali tatap muka menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep mahasiswa. Pada tatap muka ke 5 semua mahasiswa masihmendapatkan nilai yang cukup rendah yaitu dengan range 70 – 75, sedangkan pada pertemuanke 6 meningkat pada range 75 – 78, akhirnya pada pertemuan ke 7 semua mahasiswa telah mendapatkan nilai lebih dari sama dengan 80.
PENGEMBANGAN KARTU MATEMATIKA ASYIK (KARMAS) UNTUK MENUNJANG MODEL PEMBELAJARAN TGT (TEAM GAMES TOURNAMENT) Ria Amalia; Indah Rahayu Panglipur; Dimas Anditha Cahyo Sujiwo
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.267 KB)

Abstract

Dalam belajar matematika, siswa cenderung terbiasa dalam menghafal dan mengingat rumus-rumus yang ada dalam matematika. Akibatnya ketika siswa dihadapkan dengan masalah-masalah dalam kategori sedang, sulit atau berbeda (tidak rutin) dari contoh yang diajarkan, maka siswa akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikannya menggunakan rumus-rumusyang telah dipelajari. Siswa perlu dibiasakan untuk bergelut dengan berbagai macam permasalahan. Salah satu model pembelajaran yang dapat menfasilitasi siswa untuk berlatih soal yaitu Model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT). Guna keberhasilan pembelajaran, maka diperlukan suatu Media Kartu Matematika Asyik (KARMAS). Penelitian menggunakan jenis penelitian pengembangan. Tujuan yaitu menghasilkan media kartu matematik asyik (KARMAS) untuk menunjang penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT yang valid, praktis dan efektif. Adapun subyek penelitian adalah siswa SMKN 3 jember kelas X tahun ajaran 2018/2019. Model pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan Kemp. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah telah tersusunnya media pembelajaran Kartu Matematika Asyik (KARMAS) untuk menunjang model pembelajaran kooperatif yang valid, praktis dan efektif.
PRINSIP BENTUK GEOMETRI UNTUK KEMUDAHAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PENYANDANG DISABILITAS Indah Rahayu Panglipur; Eric Dwi Putra
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v3i2.429

Abstract

Pendidikan para penyandang cacat juga harus mendapatkan perhatian yang sama dengan yang lainnya. Demikian juga dari segi kemudahan dan kenyamanan dalam mendapatkan pendidikan. Baik terkait dengan kemudahan dalam hal kenyamanan dalam belajar di sekolah. Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan perhatian besar kepada para  penyandang cacat. Ada begitu banyak program yang berkaitan dengan peningkatan layanan publik untuk penyandang disabilitas. Terkait dengan bagaimana mengembangkan pembelajaran yang baik dan dukungan untuk penerapan kualitas belajar. Di beberapa sekolah inklusi di Jember, mereka sudah memiliki beberapa media yang mendukung proses pembelajaran. Terutama untuk mata pelajaran matematika yang mata pelajarannya masih cukup sulit. Lalu itu diperlukan untuk menyediakan media yang memfasilitasi proses pembelajaran dan memfasilitasi pemahaman. Itu Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan prinsip geometri yang dapat dengan mudah dan aman digunakan untuk pembelajaran matematika para penyandang cacat. Dalam penelitian ini subjek yang diamati dibatasi untuk orang dengan gangguan penglihatan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dari hasil pengamatan dan wawancara yang telah dilakukan diperoleh, dapat disimpulkan bahwa prinsip-prinsip geometri yang dapat dengan mudah dan aman digunakan belajar bagi para penyandang cacat adalah sudut tumpul, permukaan kasar, dan dibuat lebih menonjol.  
Analisis Level Kinerja Practitioner Melalui Aktivitas Belajar Siswa Eric Dwi Putra; Indah Rahayu Panglipur
Jurnal Pendidikan Matematika:Judika Education Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Matematika:Judika Education
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.007 KB) | DOI: 10.31539/judika.v2i1.700

Abstract

The purpose of the study, determine the level of performance of practitioners through student learning activities. The level of student practitioner performance is seen when solving mathematical problems (story problems) sub-topics of numbers. The research method used is quantitative descriptive. The analysis technique uses validity test and source triangulation. In this study the subjects of class VII students were taken as many as 6 people. Retrieval of data using observations and questions (problems). Data were observed using an observation sheet instrument, while questions with realistic media. The results of the study, the validation of the instrument on the observation sheet using the Va value for the test questions obtained 2.9 results thus the instrument is said to be valid. Based on the results of observations ST satisfies all activities well but in activities related to courage still can not be said to always be brave in responding and asking questions / opinions expressly, SS fulfills 3 out of 6 student activities well. These results are the same for the 2 subjects taken. SR fulfills 5 out of 6 student activities well. These results are the same for the 2 subjects taken. Conclusions, the Practitioner student's level of performance has different levels of fulfillment of critical standards through student learning activities. Students with high ability category (ST) can meet all critical standard indicators while students with medium (SS) and low (SR) ability categories cannot fulfill. Key Words: Performance Level Practitioners, Learning Activities
Analisis Penerapan Metode Flipped Classroom dalam Menstimulasi Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa di Masa Pandemi Covid-19 Mochammad Maulana Trianggono; Indah Rahayu Panglipur; Moh. Usman Kurniawan; Firman Ashadi
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 10, No 1 (2022): January 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v10i1.4659

Abstract

AbstrakPandemi covid-19 mengubah paradigma pendidikan menjadi pembelajaran yang berorientasi pada pemanfaatan teknologi. Metode pembelajaran flipped classroom dikembangkan untuk menjawab permasalahan yang muncul akibat penerapan pembelajaran daring. Banyak perubahan pola pikir sebagai hasil dari penerapan pembelajaran daring, salah satunya adalah kemampuan berpikir kreatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan metode flipped classroom dalam menstimulasi kemampuan berpikir kreatif mahasiswa. Jenis penelitian ini menggunakan mixed methods dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode flipped classroom memberikan ruang dan kesempatan bagi mahasiswa untuk melatihkan kemampuan berpikir kreatifnya pada setiap fase yang ada pada metode flipped classroom, sehingga metode flipped classroom dinilai mampu menstimulasi kemampuan berpikir kreatif mahasiswa di masa pandemi covid-19. AbstractThe COVID-19 pandemic has changed the paradigm of education into technology oriented learning. The flipped classroom learning method was developed to answer the problems that happen due to the application of online learning. Many changes in mindset as a result of the application of online learning, one of which is the creative thinking skills. The purpose of this study was to analyze the application of the flipped classroom method in stimulating students' creative thinking skills. This research was analyzed qualitatively by using observation, interview, and documentation studies. The results of the analysis show that the flipped classroom method provides space and opportunities for students to practice their creative thinking skills in every phase of the flipped classroom method, so that the flipped classroom method is considered capable of stimulating students' creative thinking skills during the covid-19 pandemic
Analisis Kesulitan Siswa Pada Penyelesaian Masalah Pemfaktoran Aljabar di Kelas VIII Dwi Noviani Sulisawati; Indah Rahayu Panglipur
Jurnal Axioma : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/axi.v7i1.1212

Abstract

The research aim to describe the types of learning difficulties by students while solving the problems of algebraic factoring in class VIII. This research is a type of qualitative research with an exploratory approach. This study is intended to reveal, analyze and provide an overview of the difficulties experienced by class VIII students while solving algebraic factoring problems with the research subjects being 3 junior high school students who had the lowest scores when working on problems. To ensure the validity of the data obtained, this study uses source triangulation to compare and double-check the degree of trustworthiness of the information obtained. After analyzing the data regarding the difficulties experienced during solving the problemsof algebraic factoring, it was concluded that the difficulties experienced by students were (1) Unable to distinguish coefficients, constants, and terms; (2) The subject has difficulty in performing operations with positive and negative integers; (3) The subject does not know the value of a variable; (4) The subject does not know the next steps when solving the problem; (5)The subject does not know the steps to do after completing the distributive step and (6) The subject cannot find two numbers instead of bx with .  Keywords: learning difficulties, problem solving, algebraic factoring
Analisis Level Kinerja Expert Melalui Kemampuan Berpikir Kritis Siswa (Interpretasi, Analisis , Evaluasi, Inferensi ): Analysis of Expert Performance Levels Through Students' Critical Thinking Ability (Interpretation, Analysis, Evaluation, Inference) Indah Rahayu Panglipur; Eric Dwi Putra
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 8 No. 1 (2019): Maret 2019
Publisher : FPMIPA IKIP PGRI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.573 KB)

Abstract

Each individual has different thinking skills that are influenced by various factors. Students can think critically with skills through the results of analyzing and verifying truth actively and effectively. The purpose of this study was to determine the level of performance of student experts through critical thinking skills based on mathematical abilities. There is a level of performance (performance) consisting of 4 levels set by Exemplar. The four levels are Beginners, Internships, Practitioners, and Experts. The method used is qualitative research with a descriptive approach. the results of this study that the level of performance of expert students have different levels of critical thinking skills based on the indicators achieved. Students who have high abilities meet all levels of Expert's performance even though there is one indicator that has not been achieved perfectly. Whereas in students with moderate abilities there are 2 indicators that are not fulfilled and low-ability students do not meet all indicators but there are indicators that appear even though not all.
Co-Authors Adi Setiawan Anlika, Fabiana Triska Ashadi , Firman ASHADI, FIRMAN Aswar Anas Ayu, Yesi Nindi B. Enad, Fernando Baso Intang Sappaile Baso Intang Sappaile, Baso Intang Cahya Aulia Asyfa Citra Cahyanti Della Putri Anggraeni Della Putri, Anggraeni Denok Mugi Hidayanti Devi, Rahayu Sandra Dewanti, Lucky Dian Kurniati Dimas Andita Cahyo Sujiwo Dimas Anditha Cahyo Sujiwo Dinawati Trapsilasiwi Diyah Ayu Rizki Pradita Dwi Noviani Sulisawati Efendi, Moh. Anang Erfan Yudianto Eric Dwi Putra Eric Dwi Putra Eric Dwi Putra Evy Lalan Langi Fachrudi, Della Septania Farida Isnaini Feny Rita Fiantika Ferianti, Nurdini Fikria, Nuraeni Mauliddatul Firli, Silvia Vaza Firman Ashadi Firman Ashadi Frida Murtinasari Frida Murtinasari, Frida Gozali , Imam Hadi Prayitno Helda Mega Hersiyati Palayukan Hery Widijanto Hidayatin, Nur I Wayan Eka Mahendra Imalia, Uzdlifatul Imam Gozali Imronita, Dinda Khusnul Inelsi Palengka Khoiril Wijaya Putra Kurniawan , Moh. Usman Langi , Evy Lalan Lestari, Nurcholif Diah Sri Lucky Dewanti lutfi, Lutfiyah Lutfiyah Lutfiyah Lutfiyah Marsidi Marsidi Marsidi Mochammad Maulana Trianggono Moh. Usman Kurniawan Mustajab, Wahyu Nabiladhia Rahayu Prima Wardah Niswatin, Indah Nur Wahidatun Noviana Mariatul Ulfa Permata, Intan Putra, Eric Dwi Qomaria, Laela Ria Amalia Ria Amalia Rofiki, Ahmad Romadona, Desi Amalia Rosida, Syifa Dzikrina Rosita, Merlinda Septi Triyani Septi Triyani Siti Aisah Siti Aisah SUCIATI, DWI WAHYU Sugihartatik Sujiwo, Dimas Andhita Cahyo Sujiwo, Dimas Andita Cahyo sunardi sunardi Suriyani Suriyani, Suriyani Susanto Susanto Ulfa, Noviana Mariatul Utari, Yuli Putri Vandan Wiliyanti Wahyu Mustajab Wardah, Nabilahdhia Rahayu Prima Yana, Siti Ida