Peningkatan aktivitas perekonomian yang mendorong pertumbuhan wilayah sering kali menghadapkan masyarakat pada dilema antara peningkatan kesejahteraan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Kondisi ini tercermin di Dusun Kamojang, Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, yang masih menghadapi permasalahan pengelolaan sampah, keterbatasan infrastruktur persampahan, rendahnya partisipasi masyarakat, serta belum optimalnya pemanfaatan residu kegiatan ekonomi sebagai sumber daya produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses inovasi sosial dalam Program KAHURIPAN Kamojang (Kawasan Hijau Integrasi Pengelolaan Lingkungan Kamojang) yang diinisiasi oleh PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang UP PLTP Kamojang–Darajat sebagai respons terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis enam tahapan inovasi sosial, yaitu prompts, proposals, prototypes, sustaining, scaling, dan systemic change. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program KAHURIPAN Kamojang telah mengimplementasikan tahapan inovasi sosial secara bertahap melalui integrasi pengelolaan sampah, pemanfaatan residu untuk pertanian terpadu, kegiatan konservasi lingkungan, dan pengembangan usaha masyarakat dalam satu ekosistem pemberdayaan. Program ini terbukti mampu mendorong perubahan sistemik pada aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, inovasi sosial berbasis ekonomi sirkular memiliki potensi besar sebagai strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan
Copyrights © 2026