Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi krisis pemerintah dalam pemberitaan banjir Sumatera. Metodologi menggunakan pendekatan kualitatif dengan dengan teknik analisis isi berita media online. Teknik analisis data dimulai dari pengumpulan berita daring terkait pemulihan banjir Sumatera di Media Kompas.com, Detik.com, Tempo.co, dan Tirto.id. kemudian direduksi data dengan kategori pemulihan banjir dan teks berita kemudian dianalisis untuk menarik kesimpulan dengan menggunakan Situational Crisis Communication Theory (SCCT) untuk membedah strategi narasi komunikasi pemerintah. Temuan menunjukan media dengan narasi lebih panjang cenderung memberikan ruang strategi komunikasi menyeluruh. Media online digunakan untuk mempertahankan legitimasi, penguatan reputasi, membangun kepercayaan publik dan kebijakan pemulihan yang akan dilakukan. Informasi instruksional dengan narasi teknis mekanisme bantuan dan pembangunan hunian, Informasi penyesuaian dinarasikan dengan menekankan skala kerusakan infrastruktur dan tantangan keterbatasan sumber daya di lapangan. Manajemen reputasi diimplementasikan yang sangat bergantung pada strategi bolstering dan deal. Melalui pemberitan memunculkan hubungan antara pembingkaian struktural, dan kedalaman narasi berita dengan strategi komunikasi krisis dan respons krisis. Strategi respon yang tepat komunikasi krisis dapat meningkatkan kepercayaan publik. Penelitian ini berkontribusi secara signifikan pada manajemen krisis dengan narasi media daring berfungsi sebagai alat strategis pemulihan legitimasi. Kedepan disarankan adanya analisis komparatif antara narasi media massa dan respons audiens.
Copyrights © 2026