Himmatul Ulya
Universitas Negeri Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

CRISIS COMMUNICATION IN REPORTING ON THE SUMATRA FLOOD DISASTER: REPUTATION MANAGEMENT AND POLICY LEGITIMACY Yofiendi Indah Indainanto; Sigit Hardiyanto; Citra Safira; Himmatul Ulya
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i2.27624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi krisis pemerintah dalam pemberitaan banjir Sumatera. Metodologi menggunakan pendekatan kualitatif dengan dengan teknik analisis isi berita media online. Teknik analisis data  dimulai dari pengumpulan  berita daring terkait pemulihan banjir Sumatera di Media Kompas.com, Detik.com, Tempo.co, dan Tirto.id. kemudian direduksi data dengan kategori pemulihan banjir dan teks berita kemudian dianalisis untuk menarik kesimpulan dengan menggunakan Situational Crisis Communication Theory (SCCT) untuk membedah strategi narasi komunikasi pemerintah. Temuan menunjukan media dengan narasi lebih panjang cenderung memberikan ruang strategi komunikasi menyeluruh. Media online digunakan untuk mempertahankan legitimasi, penguatan reputasi, membangun kepercayaan publik dan kebijakan pemulihan yang akan dilakukan. Informasi instruksional dengan narasi teknis mekanisme bantuan dan pembangunan hunian, Informasi penyesuaian dinarasikan dengan menekankan skala kerusakan infrastruktur dan tantangan keterbatasan sumber daya di lapangan. Manajemen reputasi diimplementasikan yang sangat bergantung pada strategi bolstering dan deal. Melalui pemberitan memunculkan hubungan antara pembingkaian struktural, dan kedalaman narasi berita dengan strategi komunikasi krisis dan respons krisis. Strategi respon yang tepat komunikasi krisis dapat meningkatkan kepercayaan publik. Penelitian ini berkontribusi secara signifikan pada manajemen krisis dengan narasi media daring berfungsi sebagai alat strategis pemulihan legitimasi. Kedepan disarankan adanya analisis komparatif antara narasi media massa dan respons audiens.