Artikel ini menganalisis konsep pendidikan Islam klasik dari perspektif Al-Ghazali dan Ibn Sina, dua pemikir besar yang menawarkan pendekatan holistik dalam membentuk insan kamil. Al-Ghazali menekankan tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) melalui integrasi ilmu syariat, akhlak, dan tasawuf untuk mencapai kebahagiaan akhirat, sementara Ibn Sina memprioritaskan pengembangan potensi rasional, fisik, dan moral siswa melalui kurikulum bertahap serta metode pengajaran sesuai tahap usia. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan analisis komparatif terhadap karya utama seperti Ihya Ulumuddin dan Al-Qanun fi al-Tibb, menemukan bahwa sintesis pemikiran keduanya relevan untuk pendidikan modern yang menggabungkan dimensi spiritual, intelektual, dan etis guna mengatasi krisis moral kontemporer.
Copyrights © 2026