Artikel ini membahas hubungan antara filsafat, pendidikan, dan Islam dalam tiga aspek utama, yaitu relasi wahyu dan akal, pendidikan sebagai proses humanisasi islami, serta integrasi ilmu naqli dan aqli. Dalam perspektif filsafat Islam, wahyu dan akal tidak diposisikan sebagai dua entitas yang saling bertentangan, melainkan sebagai sumber pengetahuan yang saling melengkapi. Wahyu menjadi landasan normatif dan transendental, sementara akal berfungsi sebagai instrumen rasional untuk memahami dan mengaktualisasikan ajaran Ilahi. Pendidikan Islam dipahami sebagai proses humanisasi yang berorientasi pada pembentukan insan kamil, yakni manusia yang berkembang secara intelektual, spiritual, dan moral. Lebih lanjut, integrasi ilmu naqli dan aqli menjadi fondasi penting dalam membangun sistem. pendidikan yang holistik dan tidak dikotomis. Dalam konteks modern, integrasi ini relevan sebagai solusi terhadap krisis moral dan fragmentasi ilmu pengetahuan. Dengan demikian, filsafat pendidikan Islam menawarkan paradigma pendidikan yang menyatukan dimensi rasionalitas, spiritualitas, dan etika dalam satu kesatuan yang integral.
Copyrights © 2026