Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara epistemologis bagaimana cara memperoleh ilmu dalam perspektif Islam dengan mengedepankan pada peran wahyu, akal, pengalaman, dan metode ilmiah sebagai sumber serta instrumen pengetahuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer dalam bidang filsafat pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam Islam, wahyu ditempatkan sebagai sumber kebenaran utama yang memberikan kerangka normatif dan orientasi nilai bagi aktivitas keilmuan, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an tentang pentingnya membaca dan mencari ilmu. Akal berperan sebagai alat untuk memahami tanda-tanda Tuhan dan melakukan penalaran rasional, sedangkan pengalaman empiris menjadi perantara verifikasi terhadap fenomena alam dan sosial. Selain itu, metode ilmiah dalam perspektif Islam dipandang selaras dengan prinsip tadabbur dan tafakkur sebagai proses sistematis dalam menemukan kebenaran. Integrasi keempat unsur tersebut membentuk kerangka epistemologis yang holistik dan seimbang antara dimensi spiritual dan rasional-empiris. Dengan demikian, pemahaman terhadap epistemologi Islam penting dalam merumuskan paradigma pendidikan yang integratif dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern tanpa mengabaikan nilai-nilai etika dan transendensi.
Copyrights © 2026