Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) oleh Dinas Sosial Provinsi Riau di bidang pengentasan kemiskinan di Kabupaten Pelalawan dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat yang mempengaruhi implementasi program tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan informan yang terdiri dari Kepala Dinas Pengentasan Kemiskinan, staf program KUBE, dan anggota KUBE di Kabupaten Pelalawan. Analisis data menggunakan model interaktif yang dikembangkan oleh Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program KUBE belum sepenuhnya optimal. Dari segi komunikasi, sosialisasi program belum merata, sehingga pemahaman masyarakat tentang mekanisme program masih terbatas. Dari segi sumber daya, implementasi menghadapi kendala terkait keterbatasan anggaran dan penghapusan fasilitator program. Dari segi disposisi, pelaksana program menunjukkan komitmen melalui kegiatan evaluasi dan bimbingan, meskipun upaya ini belum sepenuhnya mendukung keberlanjutan usaha bersama. Sementara itu, dari segi struktur birokrasi, prosedur implementasi diatur dengan jelas; Namun, proses birokrasi yang panjang memperlambat implementasi program. Faktor-faktor penghambatnya meliputi keterbatasan anggaran, kurangnya bantuan, keterbatasan kapasitas masyarakat, dan komunikasi yang tidak efektif. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi program, bantuan, dan upaya peningkatan kapasitas yang lebih kuat untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan Program KUBE.
Copyrights © 2026