Kualitas pelayanan pendidikan di sekolah sering kali terkendala oleh kemampuan komunikasi yang kurang optimal dari guru dan tenaga kependidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pelatihan public speaking dalam meningkatkan kualitas pelayanan di MAN 1 Bukittinggi. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pra-eksperimental melalui desain One Group Pretest-Posttest, penelitian ini melibatkan 82 subjek (dari populasi guru dan tenaga kependidikan aktif) yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kemampuan peserta sebelum dan sesudah intervensi (), di mana mayoritas responden mengalami peningkatan skor pada skala public speaking dan kualitas pelayanan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi konstruk public speaking dan kualitas pelayanan dalam konteks lembaga pendidikan, yang selama ini cenderung diteliti secara terpisah. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya penguatan aspek komunikasi publik secara berkelanjutan bagi staf pelayanan untuk menjaga konsistensi kualitas layanan prima yang sesuai dengan kebutuhan pemangku kepentingan.
Copyrights © 2026