Catcalling adalah tindakan verbal yang bertujuan menarik perhatian, yang sering kali ditujukan kepada perempuan di ruang publik. Meskipun sering dianggap sebagai candaan atau perilaku sepele, catcalling merupakan bentuk pelecehan seksual yang berakar pada objektifikasi tubuh perempuan dan ketimpangan kekuasaan sistemik yang dilanggengkan oleh patriarki. Artikel ini menganalisis catcalling melalui perspektif teori feminisme Sandra Bartky, dengan fokus pada relasi antara tubuh dan kekuasaan. Menggunakan pendekatan kualitatif dan metode kajian pustaka, penelitian ini mengacu pada karya-karya akademik terkait catcalling, kekerasan berbasis gender, serta teori Bartky tentang pendisiplinan tubuh dan objektifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa catcalling berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial yang memperkuat dominasi patriarki melalui objektifikasi dan pendisiplinan tubuh perempuan. Konsep "pengawasan diri" (self-surveillance) dari Bartky menggambarkan bagaimana perempuan menginternalisasi norma sosial, sehingga mereka mengubah perilaku, penampilan, dan gerakan mereka sebagai respons terhadap ancaman pelecehan. Analisis ini menyoroti bahwa catcalling bukan sekadar tindakan individu, melainkan bagian dari struktur kekuasaan patriarkal yang membatasi kebebasan perempuan di ruang publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perubahan struktural diperlukan untuk mengatasi catcalling, termasuk edukasi gender dan pergeseran budaya yang menantang norma patriarki. Temuan ini berkontribusi pada diskursus feminisme dengan menghubungkan pengalaman sehari-hari perempuan dengan sistem kekuasaan dan kontrol yang lebih luas.
Copyrights © 2026