Aksi Kita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI

Panduan Bertahan dari Maag & GERD di Usia Remaja

M. Bachtiar Safrudin (Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur)
Hesty Eka Ardianty (Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur)
Rachma Octavianti (Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur)
Herlina Herlina (Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur)
Rahmah Dani (Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur)
Nagiyatus Sholihah (Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur)
Dharma Desti (Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur)
Astrid Suci Avilla (Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur)
Yasinta Eka Nur Utami (Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur)
Azka Murwandi Kholid (Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur)
Septilia Nasfah (Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur)
Hera Erwanda (Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur)



Article Info

Publish Date
19 Jun 2026

Abstract

Penyakit Gastritis (Maag) dan GERD kini menjadi ancaman nyata yang menyerang kelompok usia remaja 14–19 tahun akibat tuntutan gaya hidup modern dan tekanan psikologis di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres akademik dan kebiasaan pola makan instan dengan tingkat keparahan gejala Maag serta GERD pada populasi remaja usia sekolah. Menggunakan rancangan kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional, penelitian ini melibatkan sampel remaja akhir di kawasan sekolah menengah perkotaan yang diambil melalui teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan secara digital menggunakan kuesioner terstruktur yang mengadopsi instrumen baku Gastroesophageal Reflux Disease Questionnaire (GERD-Q) dan Perceived Stress Scale (PSS-10). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan linier yang signifikan antara tingginya beban stres akademik dengan lonjakan produksi asam lambung melalui aktivasi sumbu otak-usus (gut-brain axis). Selain itu, kebiasaan melewatkan sarapan, tingginya asupan kafein (es kopi), paparan asap rokok/vape, serta kebiasaan langsung berbaring setelah makan malam terbukti secara mekanis memperparah iritasi dinding lambung dan melonggarkan katup Lower Esophageal Sphincter (LES). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penanganan gangguan pencernaan remaja harus bergeser dari ketergantungan obat antasida jangka pendek menuju intervensi perilaku holistik, yang meliputi manajemen regulasi stres sekolah dan modifikasi gaya hidup mandiri berbasis gravitasi.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

aksikita

Publisher

Subject

Economics, Econometrics & Finance Environmental Science Social Sciences Other

Description

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, ekonomi, agama, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa ...