Pendahuluan; Masalah kualitas tidur pada remaja menunjukkan pola yang berbeda dari kelompok usia lainnya. Pola makan yang tinggi lemak juga diduga mempengaruhi struktur dan kontinuitas tidur melalui mekanisme inflamasi sistemik, perubahan hormon yang mengatur tidur yaitu leptin dan ghrelin serta dampak gastrointestinal seperti refluks, ketidaknyamanan malam hari yang mengganggu tidur . Tujuan; untuk mengetahui hubungan antara asupan lemak dengan kualitas tidur dan komponen kualitas tidur yang meliputi kualitas tidur subjektif, latensi tidur, durasi tidur, efisiensi durasi tidur, gangguan tidur, penggunaan obat tidur dan disfungsi aktivitas pada siang hari pada remaja di SMK Batik 2 Surakarta Tahun 2026 . Metode; Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional, menggunakan rancangan cross-sectional, jumlah sampel sebanyak 146 remaja dengan menggunakan Teknik Simple Random Sampling. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu antara Siswa lain/I SMK Batik 2 Surakarta, Berusia 14 – 18 tahun dan Tidak dalam kondisi sakit, selain itu, untuk kriteria eksklusi antara siswa lain yang sedang melakukan diet khusus, siswa vegetarian, dan siswa yang memiliki alergi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) untuk menganalisis konsumsi lemak, dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menghasilkan kualitas tidur. Hasil; penelitian menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara konsumsi lemak dan kualitas tidur dengan nilai P= 0,560 ( 0,05). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi lemak dengan semua komponen kualitas tidur, dengan nilai p untuk masing-masing komponen secara berurutan. Kesimpulan; diperoleh bahwa tidak terdapat hubungan antara asupan lemak dengan kualitas tidur dan komponen komponen kualitas tidur.Kata Kunci: Asupan Lemak, Kualitas Tidur, Komponen Kualitas Tidur
Copyrights © 2026