Penyandang disabilitas di Indonesia masih menghadapi marginalisasi sosial yang nyata, termasuk dalam konteks komunitas iman. Media sosial hadir sebagai ruang baru yang berpotensi mewujudkan nilai kasih (agape) secara lebih inklusif dan merata. Artikel ini mengkaji secara teologis dan sosial bagaimana media sosial dapat difungsikan sebagai medium untuk mewujudkan nilai kasih bagi penyandang disabilitas dalam perspektif Pendidikan Kristen. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan teologi biblika dan analisis sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) teologi kasih Kristen yang berakar pada konsep Imago Dei menegaskan martabat setiap manusia termasuk penyandang disabilitas; (2) media sosial memiliki potensi besar sebagai ruang inklusi, ekspresi diri, dan solidaritas digital; (3) Pendidikan Kristen berperan penting dalam membentuk karakter kasih yang diwujudkan secara konkret melalui praktik digital yang bertanggung jawab, empatik, dan inklusif. Implikasi penelitian ini adalah perlunya gereja dan lembaga Pendidikan Kristen merancang strategi literasi digital berbasis nilai kasih yang berpihak kepada kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas.
Copyrights © 2026