Generasi sandwich berada pada posisi rentan di tengah perubahan demografi penduduk Indonesia yang mulai memasuki fase penuaan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik peran ganda ketika generasi sandwich mengalami keterbatasan dalam menjalankan peran yang mereka miliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana bentuk konflik peran ganda yang dialami generasi sandwich serta upaya menjaga keberfungsian keluarga. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi dan studi pustaka. Analisis difokuskan pada konflik peran ganda yang dialami generasi sandwich, meliputi tuntutan peran, benturan, kesulitan yang dihadapi, serta upaya yang dilakukan untuk menjaga keberfungsian keluarga, dengan menggunakan kerangka teori struktural fungsional Talcott Parsons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi sandwich mengalami konflik peran ganda berbasis waktu dan tekanan akibat keterbatasan waktu, energi, dan adanya tuntutan peran yang berlangsung secara bersamaan. Konflik tersebut turut berdampak pada keberfungsian keluarga, sehingga generasi sandwich melakukan berbagai strategi adaptasi untuk menjaga stabilitas sistem keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konflik peran ganda pada generasi sandwich tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada keberfungsian keluarga, sehingga diperlukan dukungan dari keluarga, lingkungan kerja, dan kebijakan publik yang lebih adaptif.
Copyrights © 2026