Jurnal Sains Natural
Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus

Hubungan Kadar Glukosa Darah dengan Kelainan Sedimen Urine Non-Infeksi pada Penderita Diabetes Mellitus

Wirdullutfi Wirdullutfi (Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Mataram, Indonesia)
Baiq Isti Hijriani (Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Mataram, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Latar Belakang: Hiperglikemia kronik pada penderita diabetes mellitus (DM) tidak hanya meningkatkan kerentanan terhadap infeksi saluran kemih, tetapi juga menyebabkan kerusakan struktural pada glomerulus dan epitel saluran kemih yang dapat dideteksi melalui sedimen urine. Eritrosituria dan peningkatan sel epitel dalam penelitian ini lebih mencerminkan cedera jaringan akibat toksisitas glukosa, bukan hanya karena respons terhadap infeksi aktif. Tujuan: Menganalisis hubungan antara kadar glukosa darah dengan eritrosituria dan peningkatan sel epitel urine pada penderita diabetes mellitus, sebagai penanda kerusakan struktural saluran kemih selain infeksi. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 48 penderita diabetes mellitus dengan kadar glukosa darah sewaktu >=200 mg/dL. Pemeriksaan meliputi glukosa darah sewaktu (metode enzimatik GOD-PAP) dan pemeriksaan mikroskopik sedimen urine. Data dianalisis menggunakan uji Spearman's rho dan uji chi-square. Hasil: Eritrosituria terdeteksi pada 77,1% total sampel. Pada kelompok glukosa >300 mg/dL, eritrosituria > 0/lpb ditemukan pada 76,9% sampel dengan temuan ekstrim (kategori banyak dan penuh) sebesar 11,5%. Peningkatan sel epitel (kategori banyak dan penuh) ditemukan pada 61,5% sampel kelompok >300 mg/dL dibandingkan 72,7% pada kelompok >200 mg/dL. Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif antara derajat hiperglikemia dengan intensitas eritrosituria (rs=0,412; p=0,003). Kesimpulan: Derajat hiperglikemia berkorelasi bermakna dengan intensitas eritrosituria (rs=0,412; p=0,003), yang mencerminkan kerusakan membrana basalis glomerulus dan tubulus akibat hiperglikemia kronik. Peningkatan sel epitel lebih menonjol pada hiperglikemia sedang, kemungkinan karena sel masih mampu menjalani deskuamasi aktif sebelum mencapai fase nekrotik. Kedua parameter tersebut dapat berfungsi sebagai penanda kerusakan structural saluran kemih non-infeksi pada penderita diabetes mellitus, yang dapat dideteksi melalui pemeriksaan sedimen urine.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jsn

Publisher

Subject

Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering Mathematics Nursing Physics Public Health

Description

Jurnal Sains Natural : merupakan Jurnal Ilmiah bidang sains dan eksakta yang dikelola oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan (PUSLIBLTBANG) SEKAWAN Institue, Mataram, Nusa Tenggara Barat Jurnal ini dikelola oleh para dosen dan praktisi yang berasal dari berbagai background perguruan tinggi di ...