Performa bertanding atlet tidak hanya dipengaruhi kemampuan fisik, teknik, dan taktik, tetapi faktor psikologis seperti self-efficacy, konsentrasi, dan manajemen stres juga mmepengaruhi. Kajian yang menganalisis ketiga variabel tersebut secara simultan pada atlet pencak silat masih relatif terbatas, khususnya pada tingkat pembinaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan self-efficacy, konsentrasi, dan manajemen stres terhadap performa atlet pencak silat Club Shembara Nganjuk. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 34 atlet pencak silat menggunakan teknik total sampling. Pengumulan data melalui kuesioner dengan uji validitas dan reliabilitas. analisis menggunakan deskriptif, korelasi Product Moment Pearson, dan korelasi berganda dengan bantuan SPSS pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy memiliki hubungan positif dan signifikan dengan performa (r = 0,798; p < 0,05), diikuti konsentrasi (r = 0,757; p < 0,05) dan manajemen stres (r = 0,510; p < 0,05). Secara simultan memiliki hubungan yang signifikan dengan performa bertanding (R = 0,838; R² = 0,703; p < 0,05), yang menjelaskan 70,3% variasi performa atlet. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan self-efficacy, konsentrasi, dan manajemen stres merupakan aspek penting yang perlu diintegrasikan dalam program pembinaan mental untuk mendukung peningkatan performa bertanding atlet pencak silat.
Copyrights © 2026