Abstrak: Penelitian ini berfokus pada dua hal, yaitu tahapan proses ritual sidekah tandur pada petani tradisional di Desa Panulisan Barat, dan simbol serta makna yang terkandung dalam ritual tersebut. Penelitian kualitatif ini menerapkan teori Interpretif Simbolik milik Clifford Geertz dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual sidekah tandur terdiri dari tahap pra-ritual, pelaksanaan ritual, dan pasca-ritual. Ritual sidekah tandur dimaknai sebagai simbol komunikasi dan interaksi dengan leluhur; simbol dinamika keseimbangan kehidupan manusia; simbol keyakinan; simbol sumber kehidupan manusia; simbol menitipkan dan meminta keselamatan Nyi Pohaci Sanghyang Sri; simbol kepercayaan terhadap daya magis; serta simbol sapaan, pemujaan, dan penghargaan kepada leluhur. Kata Kunci: Ritual, Sidekah Tandur, petani tradisional, simbol, makna. Abstract: This research focuses on two aspects: the stages of the sidekah tandur ritual process among traditional farmers in Panulisan Barat Village, and the symbols and meanings contained within the ritual. This qualitative study applies Clifford Geertz's Symbolic Interpretive theory using an ethnographic approach. Data were collected through literature review, observation, interviews, and documentation. The results show that the sidekah tandur ritual consists of three stages: pre-ritual, ritual implementation, and post-ritual. The sidekah tandur ritual is interpreted as a symbol of communication and interaction with ancestors; a symbol of the dynamics of human life balance; a symbol of belief; a symbol of the source of human life; a symbol of entrusting and seeking safety from Nyi Pohaci Sanghyang Sri; a symbol of belief in magical power; and a symbol of greeting, worship, and appreciation to ancestors. Keywords: Ritual, Sidekah Tandur, traditional farmers, symbol, meaning.
Copyrights © 2026