This Author published in this journals
All Journal Jurnal Budaya Etnika
Amalia Mitha Chairunissa Chairunissa
Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

NEGOSIASI IDENTITAS JAWA-SUNDA DALAM RITUAL SIDEKAH TANDUR DI DESA PANULISAN BARAT, CILACAP, JAWA TENGAH Amalia Mitha Chairunissa Chairunissa; Sukmawati Saleh; Annisa Arum Mayang
Jurnal Budaya Etnika Vol. 10 No. 1 (2026): NEGOSIASI BUDAYA DALAM KONTESTASI ZAMAN MODERN
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v10i1.2133

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berfokus pada dua hal, yaitu tahapan proses ritual sidekah tandur pada petani tradisional di Desa Panulisan Barat, dan simbol serta makna yang terkandung dalam ritual tersebut. Penelitian kualitatif ini menerapkan teori Interpretif Simbolik milik Clifford Geertz dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual sidekah tandur terdiri dari tahap pra-ritual, pelaksanaan ritual, dan pasca-ritual. Ritual sidekah tandur dimaknai sebagai simbol komunikasi dan interaksi dengan leluhur; simbol dinamika keseimbangan kehidupan manusia; simbol keyakinan; simbol sumber kehidupan manusia; simbol menitipkan dan meminta keselamatan Nyi Pohaci Sanghyang Sri; simbol kepercayaan terhadap daya magis; serta simbol sapaan, pemujaan, dan penghargaan kepada leluhur. Kata Kunci: Ritual, Sidekah Tandur, petani tradisional, simbol, makna. Abstract: This research focuses on two aspects: the stages of the sidekah tandur ritual process among traditional farmers in Panulisan Barat Village, and the symbols and meanings contained within the ritual. This qualitative study applies Clifford Geertz's Symbolic Interpretive theory using an ethnographic approach. Data were collected through literature review, observation, interviews, and documentation. The results show that the sidekah tandur ritual consists of three stages: pre-ritual, ritual implementation, and post-ritual. The sidekah tandur ritual is interpreted as a symbol of communication and interaction with ancestors; a symbol of the dynamics of human life balance; a symbol of belief; a symbol of the source of human life; a symbol of entrusting and seeking safety from Nyi Pohaci Sanghyang Sri; a symbol of belief in magical power; and a symbol of greeting, worship, and appreciation to ancestors. Keywords: Ritual, Sidekah Tandur, traditional farmers, symbol, meaning.