Jurnal Budaya Etnika
Vol. 10 No. 1 (2026): NEGOSIASI BUDAYA DALAM KONTESTASI ZAMAN MODERN

ANALISIS ETNOSAINS PENGETAHUAN LOKAL MASYARAKAT PESISIR BANTEN UNTUK KEBERLANJUTAN EKOSISTEM KARBON BIRU DAN PENGHIDUPAN

Khoirun Nisa Aulia Sukmani (Institute of Indonesian Arts and Culture Bandung)
Winna Shafanissa Mukhlis (Institut Seni Budaya Indonesia Bandung)
Fhazira Wulandari (Institut Seni Budaya Indonesia Bandung)
Aditia Agung Purwadi (Institut Seni Budaya Indonesia Bandung)



Article Info

Publish Date
20 Jun 2026

Abstract

Abstrak: Kerentanan yang dihadapi oleh masyarakat pesisir tidak hanya berkaitan dengan faktor ekonomi, namun juga berkaitan dengan ekologi dan faktor alam lainnya. Sehingga dibutuhkan pembaharuan praktik pengetahuan lokal sesuai dengan kondisi ekologi dan faktor alam lainnya. Tanpa adanya pengetahuan lokal kebutuhan manusia dan ekosistem laut tidak akan harmonis. Penelitian ini menggali bagaimana praktik pengetahuan lokal masyarakat di kawasan pesisir Banten yaitu Karangantu, Serang dan Citeureup, Pandeglang mengenai perawatan dan pengelolaan ekosistem karbon biru dari perspektif multispesies. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan etnosain untuk mengkreterikan pengetahuan masyarakat mengenai perawatan dan pengelolaan ekosisten karbon biru. Hasil penelitian ini yaitu perawatan dan pengelolaan yang disesuaikan dengan kondisi ekologi, alam, ekonomi, serta keberlanjutannya adalah dengan “tidak melakukan apapun” dan mengupayakan “restriksi” pada ekosistem karbon biru. Harapannya adalah pengetahuan lokal tersebut dapat diretensi menjadi cara untuk menjaga keberlanjutan ekosistem karbon biru dan penghidupan masyarakat pesisir. Kata kunci: Ekosistem Karbon Biru, Masyarakat Pesisir Banten, Etnosains, Antropologi Multispesies, Keberlanjutan Abstract: Coastal communities face multidimensional vulnerabilities that extend beyond economic pressures to include ecological and environmental factors. This necessitates the renewal of local knowledge practices in alignment with dynamic ecological and natural conditions. In the absence of such knowledge, the relationship between human needs and marine ecosystems risks becoming disharmonious. This study investigates local knowledge practices among coastal communities in Banten—specifically in Karangantu (Serang) and Citeureup (Pandeglang)—regarding the care and governance of blue carbon ecosystems through a multispecies lens. Employing an ethnoscience approach, the research characterizes community-based ecological knowledge related to the maintenance and regulation of blue carbon ecosystems. The findings indicate that adaptive management strategies—rooted in ecological, environmental, and economic contexts—are expressed through practices of intentional non-intervention and ecological restriction. These practices reflect a culturally embedded logic of sustainability, suggesting that local knowledge systems hold critical value for the long-term resilience of blue carbon ecosystems and coastal livelihoods. Keywords: Blue Carbon Ecosystems, Coastal Communities of Banten, Ethnoscience, Multispecies Anthropology, Sustainability

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

etnika

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Social Sciences Other

Description

Jurnal Budaya Etnika merupakan publikasi hasil karya ilmiah yang berkaitan dengan budaya mencakup cipta, karsa, dan karya manusia. Jurnal Budaya Etnika menaruh perhatian pada artikel-artikel hasil kajian mengenai berbagai kebudayaan etnis yang berhubungan dengan seni, religi dan ritual, mitos, ...