This Author published in this journals
All Journal Jurnal Budaya Etnika
Fhazira Wulandari
Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS ETNOSAINS PENGETAHUAN LOKAL MASYARAKAT PESISIR BANTEN UNTUK KEBERLANJUTAN EKOSISTEM KARBON BIRU DAN PENGHIDUPAN Khoirun Nisa Aulia Sukmani; Winna Shafanissa Mukhlis; Fhazira Wulandari; Aditia Agung Purwadi
Jurnal Budaya Etnika Vol. 10 No. 1 (2026): NEGOSIASI BUDAYA DALAM KONTESTASI ZAMAN MODERN
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v10i1.4634

Abstract

Abstrak: Kerentanan yang dihadapi oleh masyarakat pesisir tidak hanya berkaitan dengan faktor ekonomi, namun juga berkaitan dengan ekologi dan faktor alam lainnya. Sehingga dibutuhkan pembaharuan praktik pengetahuan lokal sesuai dengan kondisi ekologi dan faktor alam lainnya. Tanpa adanya pengetahuan lokal kebutuhan manusia dan ekosistem laut tidak akan harmonis. Penelitian ini menggali bagaimana praktik pengetahuan lokal masyarakat di kawasan pesisir Banten yaitu Karangantu, Serang dan Citeureup, Pandeglang mengenai perawatan dan pengelolaan ekosistem karbon biru dari perspektif multispesies. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan etnosain untuk mengkreterikan pengetahuan masyarakat mengenai perawatan dan pengelolaan ekosisten karbon biru. Hasil penelitian ini yaitu perawatan dan pengelolaan yang disesuaikan dengan kondisi ekologi, alam, ekonomi, serta keberlanjutannya adalah dengan “tidak melakukan apapun” dan mengupayakan “restriksi” pada ekosistem karbon biru. Harapannya adalah pengetahuan lokal tersebut dapat diretensi menjadi cara untuk menjaga keberlanjutan ekosistem karbon biru dan penghidupan masyarakat pesisir. Kata kunci: Ekosistem Karbon Biru, Masyarakat Pesisir Banten, Etnosains, Antropologi Multispesies, Keberlanjutan Abstract: Coastal communities face multidimensional vulnerabilities that extend beyond economic pressures to include ecological and environmental factors. This necessitates the renewal of local knowledge practices in alignment with dynamic ecological and natural conditions. In the absence of such knowledge, the relationship between human needs and marine ecosystems risks becoming disharmonious. This study investigates local knowledge practices among coastal communities in Banten—specifically in Karangantu (Serang) and Citeureup (Pandeglang)—regarding the care and governance of blue carbon ecosystems through a multispecies lens. Employing an ethnoscience approach, the research characterizes community-based ecological knowledge related to the maintenance and regulation of blue carbon ecosystems. The findings indicate that adaptive management strategies—rooted in ecological, environmental, and economic contexts—are expressed through practices of intentional non-intervention and ecological restriction. These practices reflect a culturally embedded logic of sustainability, suggesting that local knowledge systems hold critical value for the long-term resilience of blue carbon ecosystems and coastal livelihoods. Keywords: Blue Carbon Ecosystems, Coastal Communities of Banten, Ethnoscience, Multispecies Anthropology, Sustainability