Jurnal Budaya Etnika
Vol. 10 No. 1 (2026): NEGOSIASI BUDAYA DALAM KONTESTASI ZAMAN MODERN

MEMANGGIL ACI KE RAGA: BABAK ONTOLOGIS DALAM NGALA PANGACIAN DI SINDANG HURIP

Yuyun Yuningsih (Prodi Antropologi Budaya ISBI Bandung)
Imam Setyobudi (Jurusan Antropologi Budaya, Fakultas Budaya dan Media, ISBI Bandung)
Rifka Rahma Dewi (Jurusan Antropologi Budaya, Fakultas Budaya dan Media, ISBI Bandung)
Silvia Dewi (Jurusan Antropologi Budaya, Fakultas Budaya dan Media, ISBI Bandung)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Abstrak: Masyarakat Sunda di Sindang Hurip, Sumedang, memahami manusia melalui "Paradoks Manusia", yaitu dualitas raga (badan) dan aci (roh). Saat warga sakit parah hingga rohnya dianggap tercerai-berai, keluarga menyelenggarakan ritual Ngala Pangacian melalui perantara dukun. Penelitian kualitatif berpendekatan Imam Setyobudi ini bertujuan menganalisis kosmologi Sunda tersebut menggunakan teori Peralihan Ontologis (Eduardo Viveiros de Castro), Embodiment (Thomas Csordas), dan Kosmopolitik (Isabelle Stengers & Bruno Latour). Data dikumpulkan melalui observasi partisipan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan ritual Ngala Pangacian mengonstruksi roh sebagai realitas ontologis yang valid, bukan sekadar simbol psikologis. Melalui berbagai medium, terjadi peralihan ontologis saat roh merasuki dukun untuk berdialog, dilanjutkan integrasi somatik ke tubuh pasien oleh cucu balita. Lebih jauh, ruang ritus menjadi arena kosmopolitik yang menunda vonis medis modern demi hukum kosmos lokal. Ritual ini menjamin kesempurnaan sirkulasi roh sekaligus membangun ketahanan mental keluarga menghadapi ambang kematian. Kata kunci: Aci, Kosmopolitik, Ngala Pangacian, Babak Ontologis, Sunda. Abstract: The Sundanese community in Sindang Hurip, Sumedang, perceives human existence through the "Human Paradox," a duality between the material physique and the soul (aci). When severe illness scatters the soul, the family conducts the Ngala Pangacian ritual through a shaman. This qualitative study utilizing Imam Setyobudi’s framework analyzes this cosmology by synthesizing three concepts: Ontological Turn (Eduardo Viveiros de Castro), Embodiment Theory (Thomas Csordas), and Cosmopolitics (Isabelle Stengers & Bruno Latour). Data were gathered via participant observation and in-depth interviews. Findings reveal that Ngala Pangacian constructs the soul as a valid ontological reality, not a mere psychological symbol. Through ritual mediums, an ontological turn occurs as the soul possesses the shaman, followed by somatic integration into the patient's body by a toddler grandson. Furthermore, the ritual space functions as a cosmopolitical arena slowing modern medical diagnosis for local cosmic laws, securing soul circulation and family resilience facing death. Keywords: Aci, Cosmopolitics, Ngala Pangacian, Ontological Turn, Sundanese.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

etnika

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Social Sciences Other

Description

Jurnal Budaya Etnika merupakan publikasi hasil karya ilmiah yang berkaitan dengan budaya mencakup cipta, karsa, dan karya manusia. Jurnal Budaya Etnika menaruh perhatian pada artikel-artikel hasil kajian mengenai berbagai kebudayaan etnis yang berhubungan dengan seni, religi dan ritual, mitos, ...