Tajau merupakan salah satu budaya material masyarakat Banjar yang memiliki fungsi penting dalam sistem penyimpanan air dan hasil bumi pada lingkungan masyarakat sungai di Kalimantan Selatan. Selain memiliki nilai fungsional, Tajau juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kerajinan Tajau sebagai mata pencaharian masyarakat Kuin Utara, Kota Banjarmasin, pada periode 1980–2020. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan sejarah ekonomi yang didukung oleh sumber lisan (oral history) melalui wawancara dengan pengrajin, tokoh masyarakat, dan pihak terkait, serta dilengkapi dengan sumber tertulis berupa buku, jurnal, dokumentasi, dan arsip yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dekade 1980-an kerajinan Tajau mengalami masa perkembangan yang cukup pesat karena tingginya kebutuhan masyarakat terhadap wadah penyimpanan air dan hasil pertanian. Kondisi tersebut menjadikan produksi Tajau sebagai salah satu sumber mata pencaharian utama masyarakat Kuin Utara. Namun, sejak dekade 1990-an hingga 2020, industri ini mengalami kemunduran akibat perubahan pola konsumsi masyarakat, meluasnya penggunaan wadah berbahan plastik, serta berkurangnya regenerasi pengrajin. Meskipun fungsi ekonominya mengalami penurunan, sebagian pengrajin tetap mempertahankan produksi Tajau sebagai bentuk pelestarian warisan budaya lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa sejarah kerajinan Tajau tidak hanya mencerminkan perubahan mata pencaharian masyarakat, tetapi juga menggambarkan proses adaptasi budaya lokal dalam menghadapi modernisasi dan transformasi ekonomi.
Copyrights © 2026