Kebiasaan berkata kasar pada remaja merupakan salah satu bentuk perilaku agresif verbal yang dipengaruhi oleh lingkungan sosial, teman sebaya, serta kebiasaan berkomunikasi yang terbentuk melalui proses belajar. Apabila dibiarkan, perilaku tersebut dapat mengganggu hubungan interpersonal dan perkembangan sosial remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teknik punishment sebagai bentuk modifikasi perilaku dalam mengurangi kebiasaan berkata kasar pada remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus terhadap seorang remaja berusia 15 tahun yang memiliki kebiasaan berkata kasar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan punishment berupa teguran verbal, pengurangan hak istimewa, dan pemberian tugas edukatif yang dilakukan secara konsisten mampu menurunkan frekuensi berkata kasar serta meningkatkan kemampuan subjek dalam mengendalikan emosi dan menggunakan bahasa yang lebih sopan. Keberhasilan intervensi didukung oleh konsistensi orang tua, komunikasi yang baik, dan keterlibatan aktif subjek, meskipun pengaruh lingkungan pertemanan masih menjadi faktor penghambat. Dengan demikian, teknik punishment yang diterapkan secara edukatif dan proporsional dapat menjadi salah satu alternatif intervensi untuk mengurangi kebiasaan berkata kasar pada remaja.
Copyrights © 2026