Penelitian ini mengkaji pengetahuan masyarakat dalam mencegah hama babi di Desa Nihi, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Artikel ini ditempatkan dalam diskusi tentang pengetahuan ekologi tradisional, pengendalian hama terpadu, dan konflik manusia dengan satwa liar. Hasil penelitian menunjukkan dua sistem pengetahuan yang saling melengkapi, yaitu pengetahuan tradisional dan pengetahuan praktis modern. Pengetahuan tradisional tampak melalui pemasangan ghala, ritual Kasalasa dan Kafematai, serta falia dalam berkebun. Praktik tersebut mengatur relasi petani dengan lahan, tanaman, otoritas spiritual, dan norma kolektif. Pengetahuan modern tampak melalui penggunaan dari, kapur barus, kain bekas beraroma, dan kawat duri. Cara tersebut memperkuat perlindungan tanaman melalui penghalang fisik dan aroma. Penelitian ini menegaskan bahwa pencegahan hama babi di Desa Nihi merupakan bentuk pengetahuan adaptif, karena praktik lokal tetap bermakna secara budaya dan alat modern berfungsi sebagai penguat praktis. Artikel ini berkontribusi pada kajian antropologi mengenai risiko agraris, kearifan lokal, dan pengelolaan hama berbasis budaya.
Copyrights © 2026