Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang menjadi penyebab utama kedaruratan medis dan kematian pada anak akibat kebocoran plasma. Keluarga seringkali memiliki keterbatasan dalam mengenali warning signs dan manajemen cairan, sehingga memerlukan pengelolaan diri yang disiplin. Self-care management mencakup praktik PSN 3M Plus, pemantauan suhu tubuh, dan rehidrasi adekuat untuk mencegah perburukan klinis. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan self-care management keluarga dengan kejadian DBD pada anak di RSU Mitra Medika. Metode penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga anak yang dirawat di RSU Mitra Media Tanjung Mulia Medan dari Januari-November 2025 sebanyak 74. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 74 responden teknik accidental sampling yang dilakukan pada tanggal 01 Januari-30 Mei 2026. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Family Self-Care Management of Dengue dan format rekam medis untuk verifikasi diagnosa klinis serta hasil laboratorium. Berdasarkan hasil uji statistik chi-square yang telah dilakukan, diperoleh nilai p-value = 0,008 (a ≤ 0,05), maka dalam penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan self-care management keluarga dengan kejadian DBD pada anak. Kesimpulan penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara self-care management keluarga dengan kejadian DBD. Kemampuan pengelolaan mandiri di rumah menjadi prediktor utama dalam mencegah keparahan klinis dan trombositopenia berat. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi mengenai teknik rehidrasi dan pengenalan bintik merah guna meningkatkan kemandirian keluarga dalam penanganan dini DBD secara optimal.
Copyrights © 2026