Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Relationship between mother's knowledge and behavior in milk bottle hygiene with diarrhea incidence in infants aged 6-24 months Lia Mayang Sari Sijabat; Dedi Dedi; Angenia Itoniat Zega; Mulidan Mulidan
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 11 (2026): February Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i11.2379

Abstract

Background: Diarrhea can be defined as a condition when a person defecates more than three times in 24 hours with a more liquid stool consistency than usual. This disease is related to environmental factors and microorganisms such as bacteria, viruses, parasites, and protozoa are the causes, with the possibility of transmission through oral and vertical routes. Purpose: To examine the relationship between the level of knowledge and the incidence of diarrhea in infants aged 6–24 months. Method: This study used an analytical survey method with a cross-sectional approach, involving a total population of 45 respondents. For this study, a total sampling technique was used in sampling. To collect data, this study utilized primary and secondary methods, while data analysis was carried out using the Chi-Square test. A questionnaire was used as an instrument in this study. Results: From the results of the analysis, p = 0.000 (a <0.05) was obtained, which means that there is a relationship between the level of knowledge and behavior of mothers in bottle hygiene with the incidence. Conclusion: It was found that there was a relationship between maternal behavior in maintaining the hygiene of milk bottles and the incidence of diarrhea in babies aged 6-12 months.
Hubungan Pengetahuan Self Care Management Keluarga Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Pada Anak Lia Mayang Sari Sijabat; Dedi Dedi
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.238

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang menjadi penyebab utama kedaruratan medis dan kematian pada anak akibat kebocoran plasma. Keluarga seringkali memiliki keterbatasan dalam mengenali warning signs dan manajemen cairan, sehingga memerlukan pengelolaan diri yang disiplin. Self-care management mencakup praktik PSN 3M Plus, pemantauan suhu tubuh, dan rehidrasi adekuat untuk mencegah perburukan klinis. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan self-care management keluarga dengan kejadian DBD pada anak di RSU Mitra Medika. Metode penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga anak yang dirawat di RSU Mitra Media Tanjung Mulia Medan dari Januari-November 2025 sebanyak 74. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 74 responden teknik accidental sampling yang dilakukan pada tanggal 01 Januari-30 Mei 2026. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Family Self-Care Management of Dengue dan format rekam medis untuk verifikasi diagnosa klinis serta hasil laboratorium. Berdasarkan hasil uji statistik chi-square yang telah dilakukan, diperoleh nilai p-value = 0,008 (a ≤ 0,05), maka dalam penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan self-care management keluarga dengan kejadian DBD pada anak. Kesimpulan penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara self-care management keluarga dengan kejadian DBD. Kemampuan pengelolaan mandiri di rumah menjadi prediktor utama dalam mencegah keparahan klinis dan trombositopenia berat. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi mengenai teknik rehidrasi dan pengenalan bintik merah guna meningkatkan kemandirian keluarga dalam penanganan dini DBD secara optimal.
Hubungan Tingkat Kemandirian Activity Daily Living dengan Kualitas Hidup Lanjut Usia di Panti Yayasan Pemenang Jiwa Medan: The Relationship between the Level of Independence of Daily Living Activities and the Quality of Life of the Elderly at the Pemenang Jiwa Foundation Home in Medan Angenia Itoniat Zega; Ani Rahmadhani Kaban; Mulidan; Lia Mayang Sari sijabat
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.333

Abstract

Latar Belakang: Penurunan kapasitas fungsional pada usia lanjut (lansia) berpengaruh langsung terhadap derajat kemandirian aktivitas dalam  kehidupan sehari-hari Activity of Daily Living (ADL) dan kualitas hidup. Lansia yang menetap di panti wreda menunjukkan kerentanan lebih besar terhadap ketergantungan karena keterbatasan fisik,  psikologis, dan lingkungan  sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kemandirian aktivitas kehidupan sehari-hari dengan kualitas hidup lansia di Panti Yayasan Pemenang Jiwa di Medan. Metode: Penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain survey analitik dengan pendekatan cross sectional, serta pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner baku. Sampel terdiri dari 122 lanjut usia di pilih  menggunakan  teknik  simple random sampling. Data dianalisis dengan uji Spearmank rank pada tingkat signifikansi p-value <0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa 23% lansia di Panti Yayasan Pemenang Jiwa Medan berada pada kategori mandiri dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Kualitas hidup lansia bervariasi pada setiap domain, dengan mayoritas berada pada kategori sedang. Terdapat hubungan yang bermakna dan sangat kuat antara tingkat kemandirian dalam  activity daily living dengan kualitas hidup lansia (p = 0,000; r = 0,935), yang menunjukkan bahwa peningkatan kemandirian berhubungan dengan kualitas hidup yang lebih baik. Kesimpulan: Temuan ini menyimpulkan bahwa tingkat kemandirian berperan penting terhadap peningkatan kualitas hidup lanjut usia.
Pemanfaatan Daun Seledri dan Rosella Sebagai Terapi Herbal dalam Pengelolaan Hipertensi pada Lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara Angenia Itoniat Zega; Lia Mayang Sari Sijabat; Mulidan Mulidan
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/44ycvz48

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai pada kelompok lanjut usia dan menjadi faktor risiko berbagai penyakit kardiovaskular. Pengendalian hipertensi tidak hanya dilakukan melalui terapi farmakologis, tetapi juga dapat didukung oleh pemanfaatan bahan alami yang mudah diperoleh di lingkungan masyarakat. Daun seledri dan rosella diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi membantu menjaga kestabilan tekanan darah. Namun, pemahaman lansia mengenai manfaat, cara pengolahan, dan penggunaan kedua tanaman tersebut masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan lansia dalam memanfaatkan daun seledri dan rosella sebagai terapi herbal pendamping untuk mendukung pengelolaan hipertensi. Program dilaksanakan di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara dengan melibatkan 30 lansia penderita hipertensi. Metode kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi pengolahan herbal, praktik langsung, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai hipertensi dan pemanfaatan tanaman herbal, disertai meningkatnya kemampuan peserta dalam mengolah rebusan daun seledri dan seduhan rosella secara mandiri. Selain itu, peserta menunjukkan respons positif dan keterlibatan aktif selama seluruh rangkaian kegiatan. Program ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan kapasitas lansia untuk menerapkan upaya nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan berkelanjutan dalam mendukung pengendalian hipertensi.
Hubungan Status Hemodinamik dengan Kualitas Hidup pada Pasien Gagal Jantung di RS Mitra Medika Tanjung Mulia: Correlation Between Hemodynamic Status and Quality of Life in Patients with Heart Failure at Mitra Medika Tanjung Mulia Hospital Ani Rahmadhani Kaban; Dedi; Lia Mayang Sari Sijabat; Debi Lestari2
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 6 (2026): EDISI JUNI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i6.435

Abstract

Pendahuluan: Gagal jantung menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup sering ditemui dan berdampak pada kehidupan sehati-hari. Banyak pasien mengeluhkan cepat lelah sesak napas, hingga sulit melakukan aktivitas ringan. Kondisi ini tidak hanya mengguanggu fisik, tetapi juga membuat pasien merasa terbatas dalam menjalani rutinitas.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status hemodinamik dengan kualitas hidup pada pasien gagal jantung di Rumah Sakit Mitra Medika Tanjung Mulia. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 96 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status hemodinamik berat sebanyak 39 responden (40,6%). Mayoritas responden juga memiliki kualitas hidup yang buruk sebanyak 67 responden (69,8%). Nilai p- value 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Adanya hubungan yang signifikan antara status hemodinamik dengan kualitas hidup pasien gagal jantung atau pasien dengan kondisi hemodinamik stabil memiliki kualitas hidup yang cukup baik, sedangkan pasien dengan kondisi hemodinamik berat menunjukkan kualitas hidup yang buruk.
Upaya Tindakan Promotif Pengendalian Hipertensi pada Lansia Sebagai Pencegahan Komplikasi di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Lia Mayang Sari Sijabat; Angenia Itoniat Zega; Dedi Dedi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/9hxpms24

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak diderita oleh masyarakat. Hipertensi dikenal sebagai silent killer dan penyebab kematian terbanyak di dunia karena penyakit ini dapat menyebabkan kematian tanpa menimbulkan gejala apa pun Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menggalakkan kegiatan berupa sosialisasi pengendalian hipertensi pada lansia di desa Karangsari khususnya meningkatkan angka harapan hidup dan menurunkan angka kematian akibat komplikasi hipertensi pada lansia. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah dengan melakukan sosialisasi dan melakukan sesi tanya jawab dari peserta. analisa kawasan, sosialisasi, evaluasi kegiatan dan penulisan laporan dalam kegiatan ini diikuti oleh 30 Peserta. Hasil dari pengabdian masyarakat  yang telah dilakukan ini berdampak pada lansia karena tingginya antusiasme para lansia terhadap banyaknya pertanyaan yang diajukan. Lansia merupakan kelompok umur yang memiliki faktor risiko hipertensi tertinggi, sehingga pengendalian penyakit dan kepatuhan pengobatan merupakan cara terbaik untuk mencegah komplikasi hipertensi seperti stroke, gagal jantung, dan infark miokard. Implikasi dari kegiatan ini adalah salah satu dalam membatu lansia, untuk mencegah komplikasi hipertensi lebih dini.