Era Society 5.0 menuntut transformasi mendasar dalam berbagai profesi, termasuk guru Bimbingan dan Konseling (BK). Artikel ini bertujuan mengkaji secara komprehensif bagaimana peran guru BK bertransformasi dari konselor tradisional menjadi mitra kolaboratif siswa melalui integrasi inovasi teknologi dan pengembangan kompetensi di era Society 5.0. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review sistematis terhadap 42 artikel ilmiah dari basis data Scopus, Google Scholar, ERIC, dan jurnal nasional terakreditasi SINTA yang diterbitkan antara tahun 2018–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi peran guru BK mencakup tiga dimensi utama: (1) adopsi teknologi digital seperti aplikasi konseling berbasis AI, platform e-counseling, dan analitik data untuk deteksi dini permasalahan siswa; (2) reorientasi kompetensi dari pendekatan direktif menuju pendekatan kolaboratif-humanistik; dan (3) penguatan literasi digital dan kecerdasan emosional sebagai kompetensi inti abad ke-21. Temuan ini mengimplikasikan perlunya reformasi kurikulum pendidikan BK, pelatihan berkelanjutan bagi guru BK, serta kebijakan pendukung dari lembaga pendidikan untuk memfasilitasi transisi peran tersebut.
Copyrights © 2026