Perkembangan arus globalisasi mendorong lembaga pendidikan untuk melakukan inovasi secara masif guna mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21. Namun, sebagian besar inovasi saat ini masih berorientasi pada digitalisasi formal dan sering kali mengabaikan potensi lingkungan lokal sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik inovasi pendidikan Islam berbasis glokalisasi di KBTK Kusuma Indonesia, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, yang secara unik mengintegrasikan kampung sebagai ruang belajar kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam bersama pihak sekolah serta warga, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif dengan menggunakan pisau analisis teori glokalisasi Roland Robertson. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran paradigma dari pendidikan berbasis gedung (building-based education) menuju pendidikan berbasis ekosistem (ecosystem-based education). Melalui konsep "kampung sebagai kelas global", sarana publik seperti rumah warga, kebun, pasar, dan masjid ditransformasikan menjadi laboratorium sosial yang hidup. Aktivitas pembelajaran ini berhasil menumbuhkan kompetensi global peserta didik yang meliputi kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kemandirian melalui pengalaman langsung di lapangan. Secara simultan, model ini juga memperkuat internalisasi karakter serta spiritualitas Islam dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Kesimpulannya, inovasi berbasis glokalisasi di KBTK Kusuma Indonesia membuktikan bahwa kompetensi global dapat diwujudkan secara efektif melalui optimalisasi lokalitas, sekaligus menjadi model alternatif pendidikan Islam masa depan yang mampu mencetak generasi berwawasan universal tanpa kehilangan identitas budaya serta nilai-nilai keislamannya.
Copyrights © 2026