Penelitian ini didorong oleh kemajuan pesat teknologi digital yang mendorong penggabungan pendekatan STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika) di sekolah dasar untuk melengkapi siswa dengan kemampuan abad ke-21. Akan tetapi, penerapan STEM di Indonesia masih dihadang oleh keterbatasan fasilitas dan kemampuan pedagogik guru. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi potensi dan hambatan penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) sebagai inovasi dalam proses belajar STEM di sekolah dasar Indonesia. Metode yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif dengan model studi kasus, melibatkan observasi, wawancara, dan analisis tematik. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa AI memberikan manfaat besar dalam pembelajaran yang disesuaikan secara personal dan peningkatan produktivitas tugas administratif guru. Namun, tantangan pokok mencakup perbedaan akses infrastruktur digital di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), rendahnya pemahaman AI di kalangan pendidik, serta masalah etika terkait perlindungan data siswa. Kesimpulannya, pengintegrasian AI dapat secara efektif mendorong kreativitas dan kemampuan teknologi siswa, tetapi memerlukan dukungan kebijakan kurikulum yang terstruktur serta peningkatan kemampuan tenaga pendidik agar implementasinya inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026