HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Vol. 5 No. 3 (2026)

ANALISIS MODEL SEIRS TERHADAP SELF-DIAGNOSIS DAN SELF-MEDICATION AKIBAT PAPARAN KONTEN KESEHATAN DI MEDIA SOSIAL

Marvel Grace Maukar (Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Manado)
Rygel Angkaa Nigel Marthing (Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Manado)
Patricia Putri Pinatik (Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Manado)
Tesalonika Junira Mogi (Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Manado)
Riedel Jonathan Langitan (Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Manado)
Julyan Davino Asrisal Salarupa (Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Manado)



Article Info

Publish Date
24 Jun 2026

Abstract

This study examines the dynamics of self-diagnosis and self-medication behaviors influenced by exposure to health-related content on social media using a mathematical modeling approach. The increasing reliance of the public on unverified online health information may lead to inappropriate health decision-making, necessitating an analysis of its spread within the population. The results show that the basic reproduction number is . In addition, an endemic equilibrium exists, and stability analysis indicates that the disease-free equilibrium (DFE) is unstable, while the endemic equilibrium is stable. These findings suggest that such behaviors may persist in the population if no effective intervention is implemented. Therefore, improving digital literacy and public health education is crucial to reduce the spread of misleading health information. Synergy between policymakers and digital platforms is required to design comprehensive control strategies to mitigate the negative impacts of health mis information in society. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji dinamika perilaku diagnosis mandiri (self-diagnosis) dan pengobatan mandiri (self-medication) yang dipengaruhi oleh paparan konten kesehatan di media sosial melalui pendekatan pemodelan matematika. Meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap informasi kesehatan daring yang belum terverifikasi berpotensi mendorong pengambilan keputusan kesehatan yang tidak tepat, sehingga perlu dianalisis pola penyebarannya dalam populasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai bilangan reproduksi dasar adalah . Selain itu, ditemukan adanya titik kesetimbangan endemik, dengan hasil analisis kestabilan yang menunjukkan bahwa titik kesetimbangan bebas penyakit (disease-free equilibrium/DFE) bersifat tidak stabil, sedangkan titik kesetimbangan endemik bersifat stabil. Temuan ini mengindikasikan bahwa perilaku diagnosis dan pengobatan mandiri berpotensi bertahan dalam populasi apabila tidak dilakukan intervensi yang efektif. Oleh karena itu, peningkatan literasi digital dan edukasi kesehatan menjadi faktor penting dalam menekan penyebaran informasi kesehatan yang menyesatkan. Sinergi antara pemangku kebijakan dan platform digital diperlukan untuk merancang strategi pengendalian yang komprehensif guna meminimalkan risiko dampak negatif misinformasi kesehatan di masyarakat.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

healthy

Publisher

Subject

Description

HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan Ilmu ...