Rygel Angkaa Nigel Marthing
Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Manado

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS MODEL SEIRS TERHADAP SELF-DIAGNOSIS DAN SELF-MEDICATION AKIBAT PAPARAN KONTEN KESEHATAN DI MEDIA SOSIAL Marvel Grace Maukar; Rygel Angkaa Nigel Marthing; Patricia Putri Pinatik; Tesalonika Junira Mogi; Riedel Jonathan Langitan; Julyan Davino Asrisal Salarupa
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.12380

Abstract

This study examines the dynamics of self-diagnosis and self-medication behaviors influenced by exposure to health-related content on social media using a mathematical modeling approach. The increasing reliance of the public on unverified online health information may lead to inappropriate health decision-making, necessitating an analysis of its spread within the population. The results show that the basic reproduction number is . In addition, an endemic equilibrium exists, and stability analysis indicates that the disease-free equilibrium (DFE) is unstable, while the endemic equilibrium is stable. These findings suggest that such behaviors may persist in the population if no effective intervention is implemented. Therefore, improving digital literacy and public health education is crucial to reduce the spread of misleading health information. Synergy between policymakers and digital platforms is required to design comprehensive control strategies to mitigate the negative impacts of health mis information in society. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji dinamika perilaku diagnosis mandiri (self-diagnosis) dan pengobatan mandiri (self-medication) yang dipengaruhi oleh paparan konten kesehatan di media sosial melalui pendekatan pemodelan matematika. Meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap informasi kesehatan daring yang belum terverifikasi berpotensi mendorong pengambilan keputusan kesehatan yang tidak tepat, sehingga perlu dianalisis pola penyebarannya dalam populasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai bilangan reproduksi dasar adalah . Selain itu, ditemukan adanya titik kesetimbangan endemik, dengan hasil analisis kestabilan yang menunjukkan bahwa titik kesetimbangan bebas penyakit (disease-free equilibrium/DFE) bersifat tidak stabil, sedangkan titik kesetimbangan endemik bersifat stabil. Temuan ini mengindikasikan bahwa perilaku diagnosis dan pengobatan mandiri berpotensi bertahan dalam populasi apabila tidak dilakukan intervensi yang efektif. Oleh karena itu, peningkatan literasi digital dan edukasi kesehatan menjadi faktor penting dalam menekan penyebaran informasi kesehatan yang menyesatkan. Sinergi antara pemangku kebijakan dan platform digital diperlukan untuk merancang strategi pengendalian yang komprehensif guna meminimalkan risiko dampak negatif misinformasi kesehatan di masyarakat.