Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan

Penentuan Kategori dan Uji Toksisitas Ekstrak Metanol Daun Prasman (Euphatorium triplinerve Vahl): Klasifikasi Risiko Berbasis Nilai LC50 pada Metode BSLT

Haryanto (Universitas Muhammadiyah Makassar)
A. Audia Yunasti (Universitas Muhammadiyah Makassar)
Novi Ulfaidah (Universitas Muhammadiyah Makassar)
Besse Ramadhani (Universitas Muhammadiyah Makassar)
Sri Ratna Dewi Angraeni (Universitas Muhammadiyah Makassar)
Fitri Adindasari (Universitas Muhammadiyah Makassar)
Nur Isra Fadilla (Universitas Muhammadiyah Makassar)
Suci Ramadhani (Universitas Muhammadiyah Makassar)
Syifa Azzahra (Universitas Muhammadiyah Makassar)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Daun prasman (Euphatorium triplinerve Vahl) merupakan tanaman herbal yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memberikan aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LC₅₀ dan mengklasifikasikan tingkat toksisitas ekstrak metanol daun prasman menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) terhadap larva Artemia salina Leach. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Uji toksisitas dilakukan pada konsentrasi 10, 100, 500, 1.000, 5.000, dan 10.000 ppm dengan masing-masing perlakuan diamati selama 24 jam. Data kematian larva dihitung dalam bentuk persentase mortalitas dan dianalisis menggunakan metode probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu 0% (10 ppm), 2,94% (100 ppm), 7,69% (500 ppm), 31,81% (1.000 ppm), 52,38% (5.000 ppm), dan 80,95% (10.000 ppm). Analisis probit menunjukkan bahwa nilai LC₅₀ ekstrak metanol daun prasman berada pada rentang 1.000–10.000 mg/L lebih tepatnya 2.103 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas, ekstrak metanol daun prasman termasuk dalam kategori sedikit beracun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun prasman memiliki aktivitas toksik terhadap larva Artemia salina serta berpotensi menjadi sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian farmakologi dan toksikologi lanjutan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jumkes

Publisher

Subject

Health Professions Nursing Public Health

Description

rtikel dapat berasal dari salah satu bidang berikut: Kesehatan masyarakat, manajemen Farmasi, farmasi klinis, analis farmasi makanan, farmasi halal, halal ...