Evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas VII menghadapi tantangan metodologis yang sangat kompleks di sekolah. Pengukuran keberhasilan akademik selama ini terlalu didominasi oleh ujian tulis kognitif yang mengabaikan aspek pembentukan karakter. Padahal, inti utama dari materi Akidah Akhlak adalah bagaimana siswa mampu menginternalisasikan nilai keimanan dalam tindakan nyata sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan sebuah rekonstruksi instrumen penilaian yang holistik agar dapat menyentuh aspek spiritualitas remaja secara mendalam dan berkesinambungan Penelitian kualitatif deskriptif ini berfokus untuk membedah instrumen penilaian, hambatan guru, serta solusi strategis dalam mengoptimalkan sistem evaluasi berkala. Hasil studi lapangan menunjukkan bahwa penilaian ranah afektif dan psikomotorik masih lemah akibat bias objektivitas pendidik serta keterbatasan pengawasan moral di luar sekolah. Sinkronisasi instrumen penilaian otentik yang melibatkan peran aktif orang tua melalui pemanfaatan platform log digital terbukti mampu meningkatkan validitas rekam jejak perkembangan akhlak peserta didik secara riil.
Copyrights © 2026