Kajian sastra dalam pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, apresiasi seni, dan pemahaman nilai-nilai moral siswa. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik, efektivitas, dan mengeksplorasi strategi penerapan model Gordon dalam pembelajaran kajian cerpen Lebih Kuat dari Mati karya Mardiluhung. Model Gordon, yang berbasis pada pemecahan masalah dan kolaborasi, dipilih karena kemampuannya untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, mengandalkan cerpen, wawancara, dan observasi sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen Lebih Kuat dari Mati memiliki karakteristik alur linear, tokoh dengan nilai moral kuat, dan penggunaan simbolisme yang mendalam, sehingga sesuai untuk kajian kritis dalam pembelajaran sastra. Strategi penerapan model Gordon, melalui diskusi kelompok, identifikasi masalah, dan refleksi kolaboratif terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan analisis siswa terhadap isi cerita. Penerapan model Gordon tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap cerpen tetapi juga membangun keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif. Kata kunci: pembelajaran, sastra, Gordon, dan cerpen
Copyrights © 2026