Studi ini menjelaskan pentingnya model kursus bahasa Arab nonformal KUBA bagi pembelajar dewasa yang membutuhkan kompetensi fungsional untuk praktik keagamaan dan komunikasi sehari-hari. Studi ini juga menganalisis bagaimana KUBA merancang dan mengoperasikan ekosistem pembelajaran multi-kanal dengan tetap menjaga keterpaduan antar-kanal. Penelitian ini menggunakan analisis dokumen kualitatif terhadap deskripsi program dan level, unit tematik, materi digital, slide audio-video interaktif, instruksi latihan dan tugas, kuis unit, proyek level, serta artefak platform seperti LMS, situs web, dan media sosial. Data dikodekan secara tematik dan ditafsirkan melalui kerangka IMTĀ’ untuk menghubungkan tujuan, materi, strategi, media, dan asesmen. Temuan menunjukkan bahwa KUBA menstandarkan materi melalui seri Al-‘Arabiyyah Bayna Yadayk, menerapkan orientasi komunikatif dengan pembatasan terjemahan, serta menggunakan multimodal scaffolding untuk membantu pemahaman. Asesmen disusun dalam tiga lapisan, yaitu kuis unit, ujian tengah dan akhir level, serta proyek berbasis kinerja yang mengintegrasikan berbagai keterampilan. Namun, artefak yang tersedia belum menunjukkan pelacakan hasil belajar berbasis tes standar atau bukti longitudinal. Karena itu, kesimpulan studi ini menjelaskan logika desain dan operasional, bukan dampak belajar. Keterbatasan data dokumenter menuntut penelitian lanjutan melalui observasi, wawancara, learning analytics, dan pengukuran kemahiran longitudinal.
Copyrights © 2025