Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk, penyebab, serta strategi penyelesaian konflik yang terjadi di UMKM Naomi, sebuah usaha kuliner yang berlokasi di Kota Gorontalo. Konflik merupakan fenomena yang wajar dalam organisasi dan dapat memengaruhi kinerja serta keharmonisan kerja apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memahami pengalaman pemilik dan karyawan dalam menghadapi konflik kerja. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan pemilik, Ibu Titin Hamzah, serta dua orang karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik di UMKM Naomi sering muncul akibat perbedaan dalam pembagian tugas, tumpang tindih tanggung jawab, dan komunikasi yang belum efektif. Pemilik menerapkan pendekatan kolaboratif melalui musyawarah dan kekeluargaan tanpa melibatkan pihak ketiga. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menciptakan keharmonisan, menumbuhkan rasa saling memahami, serta menjaga produktivitas karyawan. Penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi terbuka, peran kepemimpinan, dan kecerdasan emosional dalam mengelola konflik, khususnya pada usaha kecil yang mengutamakan hubungan kekeluargaan.
Copyrights © 2026