Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Kapasitas Aparatur Desa Melalui Transformasi Digital Pelayanan Publik Darman Darman; Maman Musa; Irfan Akadji; Aulia Abdul Rahman; Marsanda Hatiku; Nirva Agrianti; Farlian B Ma'u
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 06 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i06.3573

Abstract

Transformasi digital menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di tingkat desa. Namun, keberhasilan implementasi transformasi digital sangat dipengaruhi oleh kapasitas aparatur desa dalam memahami dan memanfaatkan teknologi informasi secara efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan aparatur Desa Butu, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango mengenai pentingnya transformasi digital dalam pelayanan publik serta memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi perkembangan teknologi di lingkungan pemerintahan desa. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, simulasi, dan sesi tanya jawab yang melibatkan aparatur desa sebagai peserta utama. Materi yang diberikan mencakup konsep transformasi digital, pemanfaatan teknologi informasi dalam administrasi pemerintahan, pengelolaan data pelayanan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis digital. Simulasi dilakukan untuk memberikan gambaran praktis mengenai penerapan teknologi digital dalam mendukung pelayanan publik yang lebih efektif, transparan, dan responsif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme yang tinggi selama pelaksanaan kegiatan dan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai peran teknologi digital dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa. Melalui sesi simulasi dan tanya jawab, peserta juga mampu mengidentifikasi berbagai peluang serta tantangan yang dihadapi dalam implementasi RMAN transformasi digital di lingkungan kerja mereka. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan wawasan aparatur desa mengenai pentingnya digitalisasi pelayanan publik dan mendorong tumbuhnya kesadaran untuk terus mengembangkan kompetensi digital dalam mendukung pelayanan yang berkualitas. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini menjadi langkah strategis dalam mendukung penguatan kapasitas aparatur desa serta mendorong terwujudnya pelayanan publik yang lebih modern, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Analisis Manajemen Konflik di UMKM Naomi Maman Musa; Marsanda Hatiku; Intan Pratiwi Asira
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 06 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i06.3560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk, penyebab, serta strategi penyelesaian konflik yang terjadi di UMKM Naomi, sebuah usaha kuliner yang berlokasi di Kota Gorontalo. Konflik merupakan fenomena yang wajar dalam organisasi dan dapat memengaruhi kinerja serta keharmonisan kerja apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memahami pengalaman pemilik dan karyawan dalam menghadapi konflik kerja. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan pemilik, Ibu Titin Hamzah, serta dua orang karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik di UMKM Naomi sering muncul akibat perbedaan dalam pembagian tugas, tumpang tindih tanggung jawab, dan komunikasi yang belum efektif. Pemilik menerapkan pendekatan kolaboratif melalui musyawarah dan kekeluargaan tanpa melibatkan pihak ketiga. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menciptakan keharmonisan, menumbuhkan rasa saling memahami, serta menjaga produktivitas karyawan. Penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi terbuka, peran kepemimpinan, dan kecerdasan emosional dalam mengelola konflik, khususnya pada usaha kecil yang mengutamakan hubungan kekeluargaan.