Desa Sesait memiliki potensi besar dalam sektor peternakan sapi, namun limbah kotoran yang dihasilkan belum dikelola secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja mesin pencacah kotoran sapi dalam meningkatkan efisiensi produksi pupuk organik. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan mesin mampu menurunkan waktu pencacahan hingga 60–75%, mengurangi kebutuhan tenaga kerja, serta menghasilkan bahan yang lebih homogen sehingga mempercepat proses fermentasi. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat hingga 90–95% serta pengurangan limbah di lingkungan kandang. Secara keseluruhan, penerapan teknologi ini terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi produksi dan mendukung pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan.
Copyrights © 2026