Ahmad Akromul Huda
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Effect of rice flour binder concentration on the characteristics of peanut shell charcoal briquettes as an alternative fuel Ahmad Akromul Huda; Syarif Hidayatullah; Suteja Suteja
Jurnal Agrotek Ummat Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Agrotek Ummat: Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v13i1.39492

Abstract

The use of peanut shell waste as briquettes is a renewable energy alternative with the potential to improve the quality of solid fuel. This study aims to analyze the effect of rice flour binder concentration on the quality of peanut shell charcoal briquettes based on quality parameters and their compliance with SNI standards. The method used was an experiment with a Completely Randomized Design (CRD) at binder concentrations of 10%, 15%, 20%, and 25%. The tested parameters included calorific value, moisture content, ash content, and burning rate. The results showed that an increase in binder concentration reduced the calorific value from 5,450 cal/g to 4,676 cal/g, and increased the moisture content to 7.9% and the ash content to 8.4%. All treatments met the SNI moisture content standard (<8%), but the ash content only met the standard up to a 20% concentration. The combustion rate decreased from 0.0042 g/s to 0.0031 g/s, while the burning time increased from 50.7 minutes to 68.8 minutes. Overall, the best briquette quality was obtained at a binder concentration of 10–20% because it met SNI standards, had a high calorific value, low moisture and ash content, and stable combustion. Therefore, controlling the binder concentration is crucial for producing briquettes of optimal quality.
EVALUASI PENGGUNAAN MESIN PENCACAH DALAM PENGOLAHAN LIMBAH KOTORAN SAPI SEBAGAI PUPUK ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN DI DESA SESAIT Ahmad Akromul Huda; Made Wirawan; Paryanto Dwi Setiawan; Pandri Pandiatmi; Sinarep Sinarep; Suteja Suteja; Syarif Hidayatullah
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v7i1.39415

Abstract

Desa Sesait memiliki potensi besar dalam sektor peternakan sapi, namun limbah kotoran yang dihasilkan belum dikelola secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja mesin pencacah kotoran sapi dalam meningkatkan efisiensi produksi pupuk organik. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan mesin mampu menurunkan waktu pencacahan hingga 60–75%, mengurangi kebutuhan tenaga kerja, serta menghasilkan bahan yang lebih homogen sehingga mempercepat proses fermentasi. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat hingga 90–95% serta pengurangan limbah di lingkungan kandang. Secara keseluruhan, penerapan teknologi ini terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi produksi dan mendukung pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan.
Box Cooler Design on Duku Fruit Alcohol Distillation Machine with refrigerator cooling system Ahmad Akromul Huda; Karyanik Karyanik; Muanah Muanah; Earlyna Sinthia Dewi
Protech Biosystems Journal Vol 5, No 1 (2025): Protech Biosystem Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/protech.v5i1.33091

Abstract

This research aims to design and build an alcohol distillation machine made from duku fruit using a refrigerator cooling system and a box cooler as a condenser. The distillation machine utilizes a heating furnace to produce ethanol vapor from fermentation, which is then condensed in a cooled box cooler. Tests were conducted with variations in furnace temperature (110°C, 125°C, 140°C, and 155°C). The results show that the higher the heating temperature, the volume of distillate produced increases, from ±132 ml to ±330 ml. However, the ethanol content remained relatively low (10-20%) due to the low initial ethanol content of the fermentation and only one-stage distillation. These results show that the design of the device can function well on a laboratory scale, although further distillation is needed to increase the ethanol content. This research is expected to be the first step in developing a small-scale ethanol distillation device that is efficient and easy to implement.  
PENYULUHAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PEMANFAATAN LIMBAH TONGKOL JAGUNG MENJADI BRIKET ARANG BERNILAI EKONOMIS Ahmad Akromul Huda; Karyanik Karyanik; Muanah Muanah; Suhairin Suhairin
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v6i1.31560

Abstract

Limbah pertanian, khususnya tongkol jagung, berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif melalui pembuatan briket arang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga Desa Terara, Lombok Timur, dalam mengolah limbah tongkol jagung menjadi briket arang bernilai ekonomis melalui penyuluhan teknologi tepat guna. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap utama, yakni persiapan dan pelaksanaan. Pada tahap persiapan, tim mengumpulkan bahan baku lokal dan membuat video panduan proses pembuatan briket, yang mencakup proses karbonisasi hingga pengujian produk. Pada tahap pelaksanaan, dilakukan penyampaian materi secara langsung melalui ceramah, video demonstrasi, dan diskusi interaktif kepada 20 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta menunjukkan antusiasme tinggi, memahami materi dengan baik, dan termotivasi untuk mencoba membuat briket secara mandiri. Penyuluhan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran akan pengelolaan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru di sektor energi terbarukan berbasis biomassa lokal. Diharapkan ke depan kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan pelatihan lanjutan agar masyarakat mampu mengembangkan produksi briket secara berkelanjutan.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN URINE SAPI MELALUI PELATIHAN PRODUKSI PUPUK ORGANIK CAIR DI DESA SESAIT Ahmad Akromul Huda; Baiq Harly Widayanti; Rasyid Ridha
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v6i2.37035

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani Desa Sesait dalam memanfaatkan limbah urin sapi menjadi pupuk organik cair melalui proses fermentasi. Metode pengabdian yang digunakan adalah metode pelatihan, yang meliputi observasi lapangan, penyampaian materi di TPS3R, serta praktik langsung di lokasi kandang. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest yang dianalisis dengan Paired Sample t-test. Hasil observasi menunjukkan potensi urin sapi mencapai sekitar 2.400 liter per hari, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Pelatihan mencakup teknik pengumpulan urin, proses degassing, fermentasi menggunakan EM4 dan molase, hingga penyimpanan hasil fermentasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan dari 38,67 menjadi 91,33 (kenaikan 52,67%), serta seluruh peserta (100%) mampu melakukan proses pembuatan pupuk organik cair secara mandiri. Program ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif dalam mendorong pemanfaatan limbah ternak menjadi produk bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.