Kestabilan lereng bawah air pada area pengerukan dipengaruhi oleh karakteristik butiran dan perubahan geometri lereng selama pembebanan hidrodinamik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi diameter sedimen yang direpresentasikan oleh sampel D16, D50, dan D100 terhadap parameter sudut geser dalam semu dan faktor keamanan relatif lereng bawah air di perairan dangkal. Metode yang digunakan adalah studi eksperimental laboratorium dengan pengamatan pada kedalaman air 13, 21, dan 23 cm serta lama pembebanan gelombang 5, 10, dan 15 menit. Parameter yang dianalisis meliputi sudut runtuh, tinggi sedimen, proyeksi horizontal lereng, dan perubahan geometri sesudah pengujian. Hasil menunjukkan bahwa rerata parameter sudut geser dalam semu tertinggi diperoleh pada D16 sebesar 15.43°, kemudian D100 sebesar 13.46°, dan D50 sebesar 13.38°. Faktor keamanan relatif sesudah pengujian menunjukkan nilai tertinggi pada D50 sebesar 0.935, diikuti D16 sebesar 0.910 dan D100 sebesar 0.908. Diameter sedimen memengaruhi kestabilan lereng bawah air, tetapi pengaruhnya terhadap faktor keamanan tidak hanya ditentukan oleh sudut runtuh, melainkan juga oleh perubahan geometri lereng akibat erosi dan redistribusi sedimen selama pengujian. Kontribusi penelitian ini terletak pada pembacaan simultan antara parameter material dan perubahan geometri lereng untuk mengevaluasi kestabilan lereng bawah air skala laboratorium.
Copyrights © 2026