Upaya untuk memperbesar daya dukung fondasi tiang umumnya dilakukan dengan memperbesar diameter penampang dan memperpanjang tiang. Namun hal ini dapat menyebabkan kesulitan pada saat mobilisasi. Oleh karena itu perlu adanya modifikasi tiang, salah satunya dengan penambahan sirip. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan dan beban maksimum fondasi kelompok tiang bersirip dan tanpa sirip pola persegi pada tanah pasir. Penelitian dilakukan di laboratorium menggunakan prototype tiang baja dan media uji tanah pasir lepas dengan pembebanan vertikal dari alat loading frame. Prototype fondasi yang diuji meliputi fondasi tiang tunggal dan kelompok tiang baik tanpa sirip maupun bersirip dengan variasi panjang sirip yaitu 1/3L, 2/3L, dan L, dengan L panjang tiang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fondasi tiang tunggal tanpa sirip memiliki daya dukung maksimum sebesar 1,60 kN, sedangkan fondasi tiang tunggal bersirip L mencapai 2,20 kN sehingga mengalami peningkatan 37,50%. Fondasi kelompok tiang tanpa sirip memiliki daya dukung sebesar 3,00 kN, sedangkan kelompok tiang bersirip L meningkat menjadi 4,20 kN mengalami peningkatan 26,67%. Penurunan fondasi tiang tunggal bersirip L sebesar -16,42 mm, sedangkan fondasi kelompok tiang bersirip L sebesar -12,35 mm. Dapat disimpulkan bahwa penambahan sirip mampu meningkatkan daya dukung dan memperkecil penurunan fondasi. Semakin panjang sirip yang digunakan, semakin besar peningkatan daya dukungnya.
Copyrights © 2026