Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

EVALUASI BANGUNAN PENGAMAN LERENG SUNGAI CILIWUNG RUAS KALIBATA DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS BERDASARKAN LOAD RESISTANCE FACTOR DESIGN Harjanto, Furqaan; Adi, Agus Darmawan; Hardiyatmo, Hary Christady
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 29 No. 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v29i2.3748

Abstract

ABSTRAK Dinding penahan tanah merupakan struktur yang biasa digunakan untuk menahan tanah dengan kemiringan lereng yang lebih curam melebihi yang dapat ditahan oleh tanah itu sendiri. Metode tersebut diterapkan pada lereng Sungai Ciliwung Ruas Kalibata yang menggunakan dinding penahan tanah tipe non gravitasi. Namun konstruksi tersebut mengalami longsor saat terjadi banjir, sehingga penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui jenis konstruksi penahan tanah yang dapat digunakan, serta stabilitas masing – masing jenis konstruksi penahan tanah. Analisis dilakukan pada potongan dengan kode P.07 menggunakan data tanah berupa hasil bor dengan kode BH-24, dan data laboratorium hasil pengujian dari bor tersebut pada tiga kedalaman sampel yang berbeda. Analisis menggunakan metode Load Resistance Factor Design dengan bantuan software GEO5. Hasil analisis pada semua kombinasi beban menunjukkan jenis dinding penahan tanah tipe semi gravitasi kantilever tidak dapat digunakan karena tidak memenuhi stabilitas geser, eksentrisitas dan daya dukung pada semua kombinasi beban. Untuk jenis non gravitasi kantilever tidak memenuhi terhadap kombinasi Layan 1 dikarenakan nilai perpindahan horizontal yang besar, sehingga digunakan perkuatan angkur. Pada kombinasi Kuat 1 dengan angkur, memberikan hasil kedalaman penetrasi sebesar 18.4 meter dengan angkur dipasang pada kedalaman 2.5 meter dari permukaan, dan perpindahan horizontal sebesar 2.7 centimeter
Studi Teoritis Kinerja Propeller Mesin Pesawat tanpa Awak (UAV) dengan Variasi Pitch Propeller untuk Optimalisasi Gaya Thrust Faishal, Afif; Aklis, Nur; Wibowo, Ari Mukti; Harjanto, Furqaan; Supriyanto, Agung; Pambudi, Hafizt Bagus; Fadhlan, Muhammad; Rofiyantama, Dega
JURNAL CRANKSHAFT Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Crankshaft Vol.7 No.4 (2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v7i4.13933

Abstract

Kinerja pesawat tanpa awak atau unmanned aerial vehicle (UAV) sangat dipengaruhi oleh gaya dorong propeller, yang secara langsung memengaruhi daya angkat pesawat di udara. Gaya dorong propeller pada UAV ini dikenal juga dengan gaya thrust. Berbagai faktor, seperti dimensi, desain propeller, daya mesin UAV, dan kondisi pengoperasian, memengaruhi gaya thrust yang dihasilkan. Oleh karena itu, penelitian dengan membandingkan kinerja propeller sangat penting untuk mengetahui gaya thrust terbaik yang mampu dicapai. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kinerja propeller dengan perhitungan teoritis pada variasi pitch propeller 7, 8, 9, 10, 11, 12 (Inch) dengan diameter propeller 16 Inch. Perhitungan teoritis didasarkan pada konsep gaya dan perubahan momentum fluida yang melewati propeller. Perhitungan teoritis tersebut divalidasi oleh eksperimen pengujian thrust dengan metode Ground Test pada propeller 16x10 (Diameter x Pitch Propeller) untuk mengetahui kesesuaian perhitungan teoritis dengan eksperimen. Eksperimen dilakukan pada rangkaian uji thrust  dengan mesin UAV pada variasi putaran mesin 2000, 3000, 4000, 5000, 6000, 7000 (Rpm). Validasi ini berguna untuk memastikan bahwa model perhitungan yang digunakan dapat merepresentasikan kondisi nyata di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thrust tertinggi dihasilkan pada propeller dengan pitch 12 inch dengan putaran mesin 7000 Rpm, yaitu sebesar 5,1358 Kgf. Data keseluruhan menjelaskan bahwa pada peningkatan pitch propeller dan putaran mesin menunjukkan adanya kenaikan gaya thrust yang dihasilkan. Pitch propeller dapat berpengaruh terhadap thrust yang dihasilkan karena mampu meningkatkan sudut serang setiap bilah terhadap aliran udara. Sudut serang yang lebih besar ini memungkinkan propeller memindahkan lebih banyak udara dalam setiap putaran. Demikian juga dengan putaran mesin yang meningkat akan memperkuat dorongan setiap propeller terhadap udara sekeliling yang dilaluinya.
Simulasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pekerja PT. Tukang Bangun Indonesia Harjanto, Furqaan; Shidiq, Muhammad Ghofar; Yunianto, Ardian
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 6, No 2 (2024): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v6i2.2194

Abstract

Work accidents occur due to several things, namely weak supervision on the project, undisciplined labor in complying with OHS, and inadequate personal protective equipment on the project in terms of quantity and quality. The problem may occur to workers of PT. The method used is by counseling workers from PT.Tukang Bangun Indonesia which was held on Saturday, June 08, 2024 at the PT.Tukang Bangun Indonesia office, Surakarta with a total of 11 participants and participants consisted of office workers and field workers with a more dominant proportion of field workers, this is because field workers have a greater potential for work accidents. The counseling was conducted with lectures and presentations conducted collaboratively by students and lecturers. The pre-test was conducted to determine the participants' initial understanding, then a post-test was conducted to measure the increase in participants' understanding when compared to the pre-test results. Based on the results of the pre-test and post-test evaluations, it was found that only 49.8% of participants understood about OHS, and the results of understanding after the workshop increased to an average of 88.5% of participants understood about OHS, so based on the results of the evaluation, it can be concluded that the workshop conducted has been able and effective to improve the ability and understanding of participants from PT. Tukang Bangun Indonesia workers related to Occupational Safety and Health (K3)
KOMPARASI ANALISIS BANGUNAN PENGAMAN LERENG MENGGUNAKAN METODE LOAD RESISTANCE FACTOR DESIGN DAN ALLOWABLE STRESS DESIGN Harjanto, Furqaan; Rofiyantama, Dega; Maharani, Mentari Putri
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v30i1.4366

Abstract

Retaining walls are important structures in civil construction used to resist soil and water pressure. Two common methods used for retaining wall analysis are the Load and Resistance Factor Design (LRFD) and Allowable Stress Design (ASD) methods. LRFD is based on the principle of probabilistic balance and considers an explicit safety factor to ensure that the capacity of the structure is greater than the loads that may occur, while ASD is based on the principle that the stresses acting on the structure should not exceed the allowable stresses for the material and is simpler than the LRFD method, but does not consider the safety factor explicitly and does not account for uncertainties in materials, loads and analysis. With the different approaches in LRFD and ASD analysis, this study aims to compare the analysis results with LRFD and ASD approaches in the case of a secant pile-type retaining wall on the slope of river X where the initial analysis used the ASD approach. Secondary data in the form of soil data and river slope cross sections were obtained from the previous planning consultant, then the analysis was carried out with GEO5 software. The initial model was created first with the same parameters as the previous planning in order to provide the same penetration, displacement and internal force requirements as the planning consultant. The same model in the analysis results will be used as an analysis model for the LRFD approach and the analysis results in the LRFD model will be compared with the analysis model in the ASD approach. Based on the results of the LRFD analysis on the Strength boundary condition, it was found that the LRFD method gave a penetration depth 21.7% greater than ASD, moment force 40% greater than ASD and shear force 7.8% greater than ASD. A more detailed approach needs to be carried out on other boundary conditions such as Service and Extreme in order to provide more optimal comparison results
KOMPARASI ANALISIS BANGUNAN PENGAMAN LERENG MENGGUNAKAN METODE LOAD RESISTANCE FACTOR DESIGN DAN ALLOWABLE STRESS DESIGN Harjanto, Furqaan; Rofiyantama, Dega; Maharani, Mentari Putri
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 30 No. 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v30i1.4366

Abstract

Retaining walls are important structures in civil construction used to resist soil and water pressure. Two common methods used for retaining wall analysis are the Load and Resistance Factor Design (LRFD) and Allowable Stress Design (ASD) methods. LRFD is based on the principle of probabilistic balance and considers an explicit safety factor to ensure that the capacity of the structure is greater than the loads that may occur, while ASD is based on the principle that the stresses acting on the structure should not exceed the allowable stresses for the material and is simpler than the LRFD method, but does not consider the safety factor explicitly and does not account for uncertainties in materials, loads and analysis. With the different approaches in LRFD and ASD analysis, this study aims to compare the analysis results with LRFD and ASD approaches in the case of a secant pile-type retaining wall on the slope of river X where the initial analysis used the ASD approach. Secondary data in the form of soil data and river slope cross sections were obtained from the previous planning consultant, then the analysis was carried out with GEO5 software. The initial model was created first with the same parameters as the previous planning in order to provide the same penetration, displacement and internal force requirements as the planning consultant. The same model in the analysis results will be used as an analysis model for the LRFD approach and the analysis results in the LRFD model will be compared with the analysis model in the ASD approach. Based on the results of the LRFD analysis on the Strength boundary condition, it was found that the LRFD method gave a penetration depth 21.7% greater than ASD, moment force 40% greater than ASD and shear force 7.8% greater than ASD. A more detailed approach needs to be carried out on other boundary conditions such as Service and Extreme in order to provide more optimal comparison results
TARKAM LONDO: METODE PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS HOBI SEPAK BOLA DAN LEARNING-BY-DOING Sanjaya, Andika; Wibowo, Ari Mukti; Qomaruzzaman, Qomaruzzaman; Harjanto, Furqaan; Riyadi, Slamet
BASA Journal of Language & Literature Vol. 5 No. 1 (2025): Bulan 04 Tahun 2025
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/basa.v5i1.22750

Abstract

This research examines enactive English language acquisition using a hobby-based method, exhibited by the "Tarkam Londo" YouTube video production. Employing enactive learning derived from social cognitive theory, it seeks to provide an innovative viewpoint on English language acquisition. This research employs a qualitative document study methodology to investigate the English learning process by creating and disseminating audiovisual content related to football on a YouTube channel. The data-gathering process involved the examination of informal researcher diaries, football videos, and manually revised English transcripts of selected occurrences. Descriptive and interpretative analyses looked at how the quality of commentator language changed over time and combined documentary information with related research to understand how active learning and hobbies affect English skill development. Data verification employed source triangulation and comprehensive content evolution analysis. Research shows that hobby-orientated enactive learning significantly improves English language acquisition. "Tarkam Londo" serves as an interactive learning approach, resulting in greater English proficiency, increased self-efficacy, improved everyday living, prospective job progression, and mastery of enactive abilities. The provision of consistent football commentary evidence enables continuous language practice. Enactive learning via independent experimentation and reflection on failures is essential for identifying effective techniques, supplemented by vicarious learning. This learning method is also relevant in relation to the concept of technopolitics, namely the use of technology for certain purposes, even though it is not explicitly political. The study finds that combining hobbies with enactive learning in making videos is a good and lasting way to learn English, suggesting similar approaches for other hobbies and calling for more research to test how well it works for students learning English and other languages.
Analisis Tingkat Penerapan Green Building pada Gedung Fakultas Kehutanan UGM berdasarkan Aturan GBCI (Green Building Council Indonesia) Maharani, Mentari Putri; Amar, Tsulis Iqbal Khairul; Maghfuri, Syakir; Harjanto, Furqaan
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2025: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan konvensional berkontribusi terhadap 40% konsumsi energi global dan peningkatan emisi gas rumah kaca. Green building hadir sebagai solusi melalui efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan penggunaan material ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan konsep green building pada Gedung Fakultas Kehutanan UGM berdasarkan standar Greenship Existing Building Version 1.1 dari GBCI, dengan fokus pada kategori Energy Efficiency and Conservation (EEC) dan Material Resource and Cycle (MRC). Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, serta analisis data menggunakan SEM-PLS. Hasil menunjukkan gedung memperoleh 52 poin (92%) dan meraih peringkat Platinum. Responden mayoritas menilai penerapan sudah optimal. Namun, masih diperlukan peningkatan pada dokumentasi material berkelanjutan dan sistem monitoring energi. Penelitian merekomendasikan peningkatan sistem pemantauan, edukasi civitas akademika, serta evaluasi rutin guna mengoptimalkan implementasi green building.
Nilai Parameter Kuat Geser Tanah Lempung dengan Campuran Serbuk Batu Kumbung Wiqoyah, Qunik; Sasongko, Haidar Fatah Honggo; Listyawan, Anto Budi; Sugiyatno, S; Susanto, Agus; Harjanto, Furqaan
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah di Desa Karang Tengah Prandeon, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, merupakan tanah lempung dengan tingkat plastisitas yang tinggi, ditandai dengan nilai indeks plastisitas (PI) sebesar 31,08%, sudut gesek dalam tanah sebesar 12,02°, dan kohesi sebesar 0,427 kg/m². Tingginya nilai PI dan rendahnya sudut gesek dalam mengindikasikan bahwa tanah ini memiliki kekuatan geser yang rendah, sehingga kurang stabil dan rentan menyebabkan kerusakan struktur di daerah tersebut, seperti kerusakan pada talut atau dinding penahan tanah. Dalam rangka meningkatkan kemampuan tanah dalam menahan gaya geser, perlu dilakukan perbaikan tanah dengan penambahan bahan stabilisasi. Pada penelitian ini, digunakan serbuk batu kumbung sebagai bahan stabilisasi, yang ditambahkan dengan variasi persentase 0%, 4%, 8%, 12%, dan 16% dari berat tanah kering. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serbuk batu kumbung pada tanah lempung di Desa Karang Tengah Prandeon memperbaiki beberapa karakteristik fisis dan mekanis tanah. Dari segi karakteristik fisis, terdapat penurunan kadar air, batas cair, serta persentase butiran yang lolos saringan No. 200, sementara indeks plastisitas tanah berkurang, dan batas susut mengalami peningkatan. Di sisi karakteristik mekanis, penambahan serbuk batu kumbung mengakibatkan peningkatan kepadatan tanah, penurunan kohesi, serta peningkatan sudut gesek dalam. Penambahan serbuk batu kumbung sebesar 16% menghasilkan penurunan nilai kohesi menjadi 0,413 kg/m² dan peningkatan sudut gesek dalam hingga mencapai 25,03°, yang secara signifikan menunjukkan peningkatan kekuatan geser tanah. Dengan demikian, penambahan serbuk batu kumbung dapat disimpulkan sebagai metode yang efektif dalam meningkatkan stabilitas tanah lempung di daerah tersebut, serta menjadi solusi potensial untuk mencegah kerusakan struktur pada bangunan penahan tanah di sekitar lokasi.
Nilai Parameter Kuat Geser Tanah Lempung dengan Campuran Serbuk Batu Kumbung Wiqoyah, Qunik; Sasongko, Haidar Fatah Honggo; Listyawan, Anto Budi; Sugiyatno, S; Susanto, Agus; Harjanto, Furqaan
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah di Desa Karang Tengah Prandeon, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, merupakan tanah lempung dengan tingkat plastisitas yang tinggi, ditandai dengan nilai indeks plastisitas (PI) sebesar 31,08%, sudut gesek dalam tanah sebesar 12,02°, dan kohesi sebesar 0,427 kg/m². Tingginya nilai PI dan rendahnya sudut gesek dalam mengindikasikan bahwa tanah ini memiliki kekuatan geser yang rendah, sehingga kurang stabil dan rentan menyebabkan kerusakan struktur di daerah tersebut, seperti kerusakan pada talut atau dinding penahan tanah. Dalam rangka meningkatkan kemampuan tanah dalam menahan gaya geser, perlu dilakukan perbaikan tanah dengan penambahan bahan stabilisasi. Pada penelitian ini, digunakan serbuk batu kumbung sebagai bahan stabilisasi, yang ditambahkan dengan variasi persentase 0%, 4%, 8%, 12%, dan 16% dari berat tanah kering. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serbuk batu kumbung pada tanah lempung di Desa Karang Tengah Prandeon memperbaiki beberapa karakteristik fisis dan mekanis tanah. Dari segi karakteristik fisis, terdapat penurunan kadar air, batas cair, serta persentase butiran yang lolos saringan No. 200, sementara indeks plastisitas tanah berkurang, dan batas susut mengalami peningkatan. Di sisi karakteristik mekanis, penambahan serbuk batu kumbung mengakibatkan peningkatan kepadatan tanah, penurunan kohesi, serta peningkatan sudut gesek dalam. Penambahan serbuk batu kumbung sebesar 16% menghasilkan penurunan nilai kohesi menjadi 0,413 kg/m² dan peningkatan sudut gesek dalam hingga mencapai 25,03°, yang secara signifikan menunjukkan peningkatan kekuatan geser tanah. Dengan demikian, penambahan serbuk batu kumbung dapat disimpulkan sebagai metode yang efektif dalam meningkatkan stabilitas tanah lempung di daerah tersebut, serta menjadi solusi potensial untuk mencegah kerusakan struktur pada bangunan penahan tanah di sekitar lokasi.
EVALUASI BANGUNAN PENGAMAN LERENG SUNGAI CILIWUNG RUAS KALIBATA DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS BERDASARKAN LOAD RESISTANCE FACTOR DESIGN Harjanto, Furqaan; Adi, Agus Darmawan; Hardiyatmo, Hary Christady
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 29 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v29i2.3748

Abstract

ABSTRAK Dinding penahan tanah merupakan struktur yang biasa digunakan untuk menahan tanah dengan kemiringan lereng yang lebih curam melebihi yang dapat ditahan oleh tanah itu sendiri. Metode tersebut diterapkan pada lereng Sungai Ciliwung Ruas Kalibata yang menggunakan dinding penahan tanah tipe non gravitasi. Namun konstruksi tersebut mengalami longsor saat terjadi banjir, sehingga penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui jenis konstruksi penahan tanah yang dapat digunakan, serta stabilitas masing – masing jenis konstruksi penahan tanah. Analisis dilakukan pada potongan dengan kode P.07 menggunakan data tanah berupa hasil bor dengan kode BH-24, dan data laboratorium hasil pengujian dari bor tersebut pada tiga kedalaman sampel yang berbeda. Analisis menggunakan metode Load Resistance Factor Design dengan bantuan software GEO5. Hasil analisis pada semua kombinasi beban menunjukkan jenis dinding penahan tanah tipe semi gravitasi kantilever tidak dapat digunakan karena tidak memenuhi stabilitas geser, eksentrisitas dan daya dukung pada semua kombinasi beban. Untuk jenis non gravitasi kantilever tidak memenuhi terhadap kombinasi Layan 1 dikarenakan nilai perpindahan horizontal yang besar, sehingga digunakan perkuatan angkur. Pada kombinasi Kuat 1 dengan angkur, memberikan hasil kedalaman penetrasi sebesar 18.4 meter dengan angkur dipasang pada kedalaman 2.5 meter dari permukaan, dan perpindahan horizontal sebesar 2.7 centimeter