Fenomena cancel culture yang berkembang pesat di media sosial telah menjadi salah satu penyebab utama krisis reputasi bagi individu, merek, dan organisasi pada era digital. Artikel ini bertujuan mengkaji peran strategis media relations dalam manajemen krisis reputasi yang dipicu oleh cancel culture di platform media sosial. Dengan menggunakan metode studi literatur sistematis dan analisis konten terhadap berbagai kasus empiris, penelitian ini menemukan bahwa media relations yang responsif, transparan, dan terkoordinasi secara proaktif mampu meredam eskalasi krisis reputasi secara signifikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa organisasi yang mengintegrasikan strategi media relations—meliputi klarifikasi cepat, komunikasi pesan yang konsisten, dan kolaborasi dengan media digital—berhasil memperpendek durasi krisis dan memulihkan kepercayaan publik lebih efektif dibandingkan organisasi yang bereaksi secara reaktif. Penelitian ini menegaskan pentingnya kesiapan protokol komunikasi krisis dan pemantauan media sosial secara berkelanjutan sebagai bagian integral dari manajemen reputasi modern.
Copyrights © 2026