Penggunaan rokok elektronik (vape) di kalangan remaja dan generasi muda terus meningkat dan menjadi isu kesehatan masyarakat. Secara global, sekitar 15 juta remaja usia 13–15 tahun menggunakan e-cigarette. Di Indonesia, prevalensi penggunaan vape meningkat dari 0,3% menjadi 3,0%, dengan sekitar 7,4% perokok aktif berasal dari kelompok usia 10–18 tahun. Generasi Z menjadi kelompok paling rentan karena tingginya paparan promosi digital melalui media sosial, influencer, dan platform e-commerce yang dapat meningkatkan minat penggunaan vape. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengaruh digital marketing terhadap minat penggunaan rokok elektronik pada Generasi Z. Metode penelitian menggunakan literature review dengan pencarian artikel pada Google Scholar periode 2020–2026. Dari 53 artikel yang ditemukan, 7 artikel memenuhi kriteria. Hasil menunjukkan bahwa digital marketing berpengaruh positif terhadap minat penggunaan vape melalui promosi influencer, iklan daring, kualitas konten media sosial, dan promosi harga di e-commerce.
Copyrights © 2026